PANGKALAN BANTENG — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah tidak boleh menunda pertolongan hanya karena persoalan berkas. Penegasan itu ia sampaikan di hadapan warga Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, dengan Direktur RSUD Hanau Atet Kurniadi turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Agustiar, pasien yang kesulitan memenuhi syarat administrasi — terutama warga lanjut usia — harus dibantu petugas agar tetap mendapat layanan sesuai kebutuhan. Ia menilai kondisi penyakit yang memburuk akibat tertunda penanganan justru memperberat beban rumah sakit dan keluarga pasien.
Agustiar menyoroti kebiasaan sebagian fasilitas kesehatan yang baru bergerak setelah pasien dalam kondisi kritis. Ia meminta jajaran RSUD Hanau membalik logika pelayanan itu.
"Jangan parah dulu baru dilayani. Tolong ini diperhatikan, pak direktur rumah sakit," kata Agustiar di Desa Karang Mulya, Sabtu.
Arahan tersebut, menurut Gubernur, sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemenuhan hak warga atas pelayanan kesehatan. Ia juga mengaitkannya dengan situasi karhutla dan kemarau panjang yang membuat akses layanan kesehatan harus tetap terbuka.
Direktur RSUD Hanau Atet Kurniadi memastikan pihaknya tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan kepemilikan kartu jaminan kesehatan. Untuk kasus darurat, ia menyebut layanan bisa langsung diberikan hanya dengan KTP.
"Kita memang semua prinsipnya terlayani. Itu memang secara umum kalau untuk pasien apapun, untuk pasien BPJS ataupun tidak punya BPJS, untuk kasus-kasus keadaan darurat, memang bisa langsung KTP kita langsung layani gak ada masalah," jelas Atet.
Rumah sakit juga menerima pasien tanpa KTP, termasuk mereka yang bukan warga Kalimantan Tengah. Atet menyatakan skema pembiayaan gratis kelas III sudah tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Kelas III gratis itu memang sudah disediakan. Jadi saya kira gak ada masalah untuk kasus apa pun," terangnya.
Usai bersilaturahmi dengan warga di Kantor Kecamatan Pangkalan Banteng, Agustiar bersama jajaran meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD Hanau. Peninjauan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur di wilayah Kotawaringin Barat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah belum merinci langkah lanjutan pasca-arahan tersebut, termasuk apakah akan ada evaluasi berkala terhadap fasilitas kesehatan lain di daerah itu.