Dinkes Palangka Raya Antar Layanan Home Care ke Rumah Lansia Terdampak Kabut Asap Karhutla

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:13:32 WIB
Petugas kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memberikan layanan Home Care kepada lansia di rumahnya.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengoptimalkan layanan Home Care bagi lansia yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan selama kabut asap karhutla. Warga cukup menghubungi puskesmas terdekat, lalu petugas mendatangi rumah pasien. Layanan ini diprioritaskan bagi kelompok rentan yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menyatakan layanan Home Care menjadi salah satu upaya memastikan warga tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Prioritas diberikan kepada lansia yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses layanan akibat kondisi kabut asap.

Warga yang membutuhkan layanan tersebut cukup menghubungi puskesmas terdekat untuk menyampaikan kebutuhan pelayanan kesehatan. Petugas kemudian akan mendatangi rumah pasien.

"Jika pasien memerlukan layanan kesehatan, cukup menghubungi puskesmas. Petugas kami akan datang ke rumah, terutama bagi lansia yang terdampak kondisi kabut asap," kata Riduan di Palangka Raya, Senin.

Kasus ISPA Capai 10.240 Sejak Juni 2026

Penguatan layanan Home Care dilakukan seiring masih ditemukannya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau dan karhutla. Berdasarkan data Dinkes Kota Palangka Raya, total kasus ISPA yang tertangani sejak Juni hingga awal Oktober 2026 mencapai 10.240 kasus.

Rinciannya, 1.849 kasus pada Juni, meningkat menjadi 2.293 kasus pada Juli, dan mencapai puncak 3.104 kasus pada Agustus. Jumlah itu menurun menjadi sekitar 2.900 kasus pada September dan 190 kasus pada awal Oktober.

Data terbaru mencatat kasus ISPA harian sebanyak 81 kasus, menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Riduan menilai penurunan tersebut turut dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan.

"Masyarakat sudah semakin memahami cara melindungi diri. Kalau tidak ada keperluan penting lebih baik di rumah, kemudian kalau keluar memakai masker dan menjaga kesehatan tubuh," ujarnya.

43 Titik Rumah Oksigen Disiagakan di 11 Puskesmas

Selain Home Care, Pemerintah Kota Palangka Raya menyiagakan 43 titik Rumah Oksigen sebagai akses pertolongan awal bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap. Titik-titik tersebut tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu, dan sejumlah kelurahan.

Layanan didukung tenaga kesehatan dari puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing serta melibatkan mahasiswa tingkat akhir Universitas Eka Harap. Menurut Riduan, pelayanan oksigen ini gratis untuk seluruh warga Kota Palangka Raya.

"Pelayanan oksigen ini gratis untuk seluruh warga Kota Palangka Raya. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya apabila mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap," katanya.

Stok Obat dan Vitamin Dipastikan Cukup

Dinkes Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan obat-obatan untuk penanganan ISPA dan vitamin tetap mencukupi selama periode kabut asap. Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan diimbau segera menghubungi puskesmas untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

Riduan menyebut layanan Home Care menjadi salah satu upaya Dinkes memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pertolongan tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top