SUKAMARA — Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau langsung akses jalan penghubung Sukamara-Ketapang dan menegaskan bahwa pembangunan ruas tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak ketiga, khususnya perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah pembangunan.
Menurut Agustiar, percepatan akses itu dilakukan dengan mengoptimalkan program CSR perusahaan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi jalan agar konektivitas antarkedua wilayah yang telah lama menjadi harapan masyarakat dapat segera terwujud.
"Ini sudah mulai berjalan. Pembangunan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak ketiga, khususnya perusahaan yang berada di sekitar wilayah pembangunan," kata Agustiar saat meninjau akses jalan penghubung Sukamara-Ketapang.
Bupati Sukamara Masduki menyatakan pembangunan jalan telah dilakukan melalui penimbunan. Pemerintah Kabupaten Sukamara akan mendukung percepatan melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan yang memiliki program CSR.
"Kami akan support melalui CSR beberapa perusahaan untuk penimbunan sehingga proses penyambungan jalan ini akan lebih cepat," ujarnya.
Selain penimbunan sekitar 2,5 kilometer, pemerintah juga telah memperoleh izin pinjam pakai kawasan dari Dinas Kehutanan Kalimantan Barat. Izin itu menjadi syarat penting agar pekerjaan fisik di ruas yang masih terputus bisa berjalan tanpa hambatan administrasi.
Dari sisi Ketapang, Masduki menyebut sudah terdapat konsorsium CSR yang melibatkan empat perusahaan. Pemerintah Kabupaten Sukamara juga akan mengajak perusahaan di wilayahnya untuk ikut berkolaborasi mempercepat pembangunan dari sisi Sukamara.
Dukungan pemerintah provinsi serta perusahaan di kedua wilayah diharapkan mempercepat penyelesaian ruas yang masih terputus tersebut.
"Mudah-mudahan satu bulan ke depan sudah tersambung. Selanjutnya akan kami timbun dan diberi agregat di atasnya agar lebih padat dan bisa dilewati masyarakat," katanya.
Masduki menegaskan pembangunan jalan ini penting karena dapat memangkas waktu tempuh masyarakat dari kedua wilayah secara signifikan. Konektivitas itu diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga memperlancar arus barang dan jasa serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Ini memotong jarak dan waktu yang sangat signifikan. Mobilitas masyarakat Ketapang maupun masyarakat Sukamara bisa berjalan lebih lancar," katanya.
Terhubungnya kedua wilayah akan membuka akses lebih luas bagi kegiatan ekonomi, perdagangan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat. Masduki menargetkan konektivitas jalan Sukamara-Ketapang dapat terwujud pada akhir tahun ini, dengan harapan akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat pada akhir 2026.