PANGKALAN BUN — Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto memimpin langsung ziarah ke pemakaman para pendiri dan Kesultanan Kutaringin. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Kobar, Kalimantan Tengah.
Dalam keterangannya di Pangkalan Bun, Suyanto menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menyebutnya sebagai wujud syukur generasi penerus atas perjuangan yang telah dirintis para pendahulu.
"Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kita sebagai regenerasi, serta memberikan penghormatan atas jasa-jasa para pendiri Kabupaten Kobar," kata Suyanto.
Suyanto menyatakan pihaknya berkomitmen melanjutkan semangat perjuangan yang telah dibangun para pendiri kabupaten. Menurutnya, usia ke-67 tahun menjadi titik yang layak disyukuri karena Kobar mampu berdiri tegak hingga kini.
Pemerintah bersama masyarakat dinilai telah menjalankan roda pemerintahan dengan baik selama ini. Hal itu tercermin dari pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan yang dinilai optimal kepada warga.
"Tentunya, dari segi pelaksanaan pembangunan serta penyelenggaraan pelayanan yang optimal kepada masyarakat," ucapnya.
Suyanto berharap seluruh hambatan dan tantangan ke depan dapat dilewati bersama. Salah satu persoalan yang sedang dihadapi Kobar saat ini adalah kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap.
Ia berharap karhutla segera berakhir agar aktivitas masyarakat kembali normal. Pemerintah daerah juga ingin bergerak lebih cepat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan begitu kondisi membaik.
"Salah satunya yang saat ini kita hadapi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), semoga ini segera berakhir serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, dan kita dapat bergerak lebih cepat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan," harapnya.
Kabupaten Kobar setiap tahunnya selalu menggelar Pawai Budaya Nasi Adab dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun. Namun tahun ini pelaksanaannya belum dapat ditentukan akibat kondisi karhutla dan kabut asap.
Pemkab masih memantau perkembangan cuaca sebelum memutuskan apakah pawai tetap digelar. Jika hujan belum turun, kegiatan pawai kemungkinan besar ditiadakan untuk tahun ini.
"Untuk pelaksanaan pawai ini kita masih melihat kondisi cuaca terlebih dahulu, apabila masih belum turun hujan kemungkinan kegiatan pawai di tiadakan untuk tahun ini," demikian Suyanto.