Pemkab Barito Timur Waspadai Titik Panas Susulan, 704 Karhutla Hanguskan 671,5 Hektare Lahan

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:42:32 WIB
Rapat koordinasi evaluasi penanganan karhutla dipimpin Sekda Barito Timur di Ruang Rapat Bupati Barito Timur.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, meminta seluruh unsur penanganan karhutla tetap waspada meski tren kejadian menurun. Sekretaris Daerah Bartim Misnohartaku menekankan sejumlah titik panas masih terpantau meningkat dan berada di lokasi sulit dijangkau petugas. Status tanggap darurat pun dibahas untuk diperpanjang seiring cuaca kering yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.

TAMIANG LAYANG — Rapat koordinasi evaluasi penanganan karhutla di Ruang Rapat Bupati Barito Timur membahas perkembangan kejadian, perpanjangan status tanggap darurat, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Sekda Bartim Misnohartaku memimpin langsung rapat tersebut dan meminta pembaruan data kejadian dilakukan setiap hari.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Barito Timur mencatat 704 kejadian karhutla secara kumulatif. Luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektare.

Dampak Kesehatan: 2.336 Kasus ISPA dan 173 Diare

Dinas Kesehatan Bartim melaporkan 2.336 kasus gangguan kesehatan selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026. Kasus tersebut termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta 173 kasus diare.

Pemkab Bartim memantau kualitas udara, menyiapkan obat-obatan dan masker, serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Distribusi air bersih kepada masyarakat mencapai 4.460 liter.

Cuaca Kering hingga Oktober Picu Kewaspadaan

Misnohartaku menyebut kondisi cuaca diperkirakan masih kering hingga Oktober. Kondisi itu menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi kebakaran susulan.

"Meskipun tren kejadian karhutla mulai menurun, sejumlah titik panas masih terpantau meningkat dan berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas," ujarnya.

Dia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla juga harus diperkuat.

"Seluruh unsur terkait harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla," kata Misnohartaku.

BBM hingga Personel Jadi Perhatian Operasional

Pemkab Bartim memastikan kebutuhan operasional petugas di lapangan terpenuhi. Kebutuhan itu mencakup bahan bakar minyak (BBM), peralatan pemadaman, dan dukungan personel dari perangkat daerah.

Posko Kabupaten tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan karhutla. Rapat juga membahas distribusi air bersih, dampak kesehatan masyarakat, serta dukungan anggaran dalam penanganan bencana.

"Posko Kabupaten juga tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan karhutla," kata Misnohartaku.

Evaluasi Status Tanggap Darurat dan Dana BTT

Rapat mengevaluasi perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional relawan, serta pertanggungjawaban penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Seluruh pihak terkait diminta terus bersinergi mempercepat penanganan karhutla.

Upaya itu diarahkan untuk melindungi masyarakat serta mengantisipasi potensi kebakaran susulan di wilayah Barito Timur.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top