KALIMANTAN TENGAH — Fitur Optical Image Stabilization (OIS) kini hadir di ponsel kelas menengah, bukan lagi monopoli flagship. Sejumlah vendor membawa teknologi penyetabil gambar ini ke rentang harga Rp2-3 jutaan sepanjang 2026. Berikut empat perangkat yang bisa jadi pertimbangan sebelum membeli.
OIS menjadi nilai tambah nyata bagi pelajar, kreator konten harian, dan pengguna aktif media sosial. Hasil foto di kondisi minim cahaya jadi lebih tajam, sementara rekaman video lebih minim guncangan tanpa perlu gimbal tambahan. Sebagian besar perangkat di daftar ini juga sudah dibekali layar AMOLED 120Hz dan pengisian daya cepat.
Ponsel ini dibanderol sekitar Rp2,5 juta untuk varian 8/256 GB. Kamera utamanya 64 MP dengan kombinasi OIS dan EIS, mampu merekam video hingga 1080p 60fps.
Dapur pacunya memakai Helio G99-Ultra, dipadukan layar Flow AMOLED 6,67 inci 120Hz. Baterai 5.000 mAh mendukung fast charging 67W.
TECNO Camon 40 dijual di kisaran Rp2,4 hingga Rp2,6 jutaan. Sektor kamera mengandalkan sensor 50 MP Sony LYT-700C ber-OIS, ditambah ultrawide 8 MP dan fitur AI FlashSnap.
Layarnya AMOLED 6,78 inci 120Hz dengan chip Helio G100 Ultimate. Baterai 5.200 mAh sudah mendukung fast charging 45W, plus sertifikasi IP66.
realme 13 4G dibanderol mulai Rp2,6 jutaan. Kamera 50 MP Sony LYT-600 dengan teknologi SuperOIS jadi andalannya, meski perekaman video masih terbatas di 1080p 30fps.
Performa ditopang Snapdragon 685 dan layar AMOLED 6,67 inci 120Hz. Baterai 5.000 mAh dengan fast charging 67W melengkapi spesifikasinya.
Redmi Note 14 5G hadir di rentang Rp3,0 hingga Rp4,2 jutaan untuk varian 8/256 GB. Kamera utamanya 108 MP ber-OIS, ditemani ultrawide 8 MP, makro 2 MP, dan kamera depan 20 MP.
Ponsel ini sudah mendukung jaringan 5G, layar AMOLED 6,67 inci 120Hz, dan baterai 5.110 mAh dengan fast charging 45W.
Keempat perangkat menawarkan harga terjangkau dengan rekaman video lebih stabil, foto malam lebih tajam, serta layar AMOLED 120Hz dan pengisian daya cepat. Namun mayoritas masih terbatas pada resolusi 1080p, belum 4K.
Performa OIS juga belum sepenuhnya menggantikan gimbal fisik untuk pergerakan ekstrem. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaranmu.