Raditya Dika Pasang Philips Smart Lighting Screen Sync di Rumah

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 30 September 2026 | 21:07:31 WIB
Raditya Dika memasang Philips Smart Lighting Screen Sync di ruang tamu rumahnya.

KALIMANTAN TENGAH — Komedian dan YouTuber Raditya Dika menginstal Philips Smart Lighting Screen Sync di ruang tamu rumahnya untuk mendukung kebiasaan menonton keluarga. Ia mengaku sempat ragu karena merasa gaptek, tetapi pemasangan perangkat itu ternyata sederhana. Langkah ini memperkuat tren smart lighting di segmen rumah tangga Indonesia.

Raditya Dika mengaku punya cita-cita yang sederhana: tidak perlu keluar rumah. Untuk mewujudkannya, ia mendesain rumah sesuai kebutuhan pribadi dan keluarganya, mulai dari gym pribadi, ruang bermain, hingga area man cave. Dari semua ruangan yang dibangun, ruang tamu jadi titik yang paling penting.

Pernyataan itu disampaikan Radit dalam acara peluncuran Philips Smart Lighting TV Sync di Pondok Indah, Rabu (30/9/2026). Ia hadir bukan sebagai pengguna biasa, melainkan sebagai pengguna yang sudah memasang perangkat tersebut di kantor dan rumahnya.

Ruang Tamu Jadi Pusat Hiburan Keluarga

Menurut Radit, TV berukuran besar di rumahnya dilengkapi sound system mumpuni dan pencahayaan yang membuat suasana menonton lebih hangat. Kombinasi itu membuat ruang tamu berubah fungsi, bukan lagi sekadar tempat menerima tamu.

"Iya, salah satu cita-cita saya adalah nggak mau keluar rumah. Pas awal, kan waktu punya rumah itu pas masih bujangan kan, gimana caranya supaya nyaman banget di dalam rumah? Jadi, gym ada di dalam rumah, terus ada ruang main sendiri, kalau istilahnya kita tuh man cave," ujar Radit.

Ia menambahkan bahwa anak-anaknya kerap meminta tambahan fasilitas hiburan di rumah. Permintaan itu ia tanggapi dengan bercanda, tetapi juga jadi alasan memperkuat pengalaman menonton di ruang keluarga.

Dari Kantor ke Rumah, Berawal dari Rasa Penasaran

Perkenalan Radit dengan Philips Smart Lighting Screen Sync bermula di kantornya. Karyawan kantor biasa menonton Netflix di ruang kantor setelah jam kerja, dan perangkat itu dipasang di sana.

Awalnya ia mengira kamera di atas perangkat digunakan untuk keperluan zoom meeting. Setelah mencoba sendiri, ia baru paham teknologi pencahayaan itu bekerja dengan cara yang jauh lebih sederhana dari bayangannya.

"Pertama kan dipasang di kantor tuh, anak-anak kantor suka banget kalau misalnya habis pulang, habis jam 6 tuh pada nonton Netflix di ruang kantor. Nah itu tuh (Screen Sync) mereka pasang. Ketika mereka pasang, saya cobain, saya gaptek, ternyata itu pakai kamera di atas. Saya pikir itu ngapain mau zoom meeting gitu? Kan nggak tau ya, ternyata teknologi sudah secanggih itu," tuturnya.

Pengalaman itu membuat Radit dan keluarga sepakat memasang perangkat serupa di rumah. Ia berharap momen movie night yang dijadwalkan sebulan sekali bersama Anissa Aziza dan anak-anak jadi lebih berkesan.

Pencahayaan dan Memori Masa Kecil Anak

Radit menyebut pengalaman menonton dengan pencahayaan dinamis berpotensi membekas di ingatan anak-anaknya hingga dewasa. Ia membayangkan lampu dimatikan, pencahayaan mengikuti adegan di layar, dan suasana itu terbawa sampai mereka besar.

"Kayaknya ini akan sangat masuk ke core memory (anak-anak Raditya dan Anissa) di mana lampu dimatiin, terus ada pencahayaan segala macam, vibe itu terus kebawa sampai dia tua," ucapnya.

Ia juga menyebut satu kata kunci yang menurutnya paling pas menggambarkan pengalaman itu: vibing. Menurut Radit, sensasi menonton dengan pencahayaan yang selaras dengan gambar di layar sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi langsung terasa saat dicoba.

Konteks Pasar Smart Lighting Rumah Tangga

Philips Smart Lighting TV Sync menyasar segmen konsumen yang ingin meningkatkan pengalaman menonton tanpa merombak ruangan. Perangkat ini memakai kamera untuk membaca warna dan gerakan di layar TV, lalu menyesuaikan warna lampu secara real time.

Pendekatan itu berbeda dari sistem pencahayaan pintar yang biasanya butuh integrasi ke aplikasi atau perangkat TV tertentu. Pengguna cukup menempatkan kamera di dekat TV, lalu menghubungkannya dengan lampu yang kompatibel.

Di pasar Indonesia, kategori smart home masih didominasi perangkat keamanan seperti kamera dan smart lock. Pencahayaan pintar untuk hiburan rumah tergolong ceruk yang tumbuh seiring meningkatnya konsumsi layanan streaming seperti Netflix dan Disney+ Hotstar.

Kehadiran figur publik seperti Raditya Dika dalam peluncuran produk ini menunjukkan strategi pemasaran yang menyasar keluarga muda urban. Segmen ini dinilai lebih terbuka terhadap perangkat rumah pintar yang sifatnya meningkatkan gaya hidup, bukan sekadar fungsi keamanan.

Philips belum mengumumkan secara rinci jadwal ketersediaan dan harga resmi Screen Sync di Indonesia. Informasi soal kompatibilitas dengan berbagai merek TV dan lampu juga belum dipaparkan dalam acara tersebut.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top