KALIMANTAN TENGAH — BYD Atto 1 generasi kedua yang di China bernama Great Seagull resmi terungkap lewat dokumen MIIT dengan dimensi jauh lebih besar, tenaga naik hampir dua kali lipat, dan penggerak roda belakang. Perubahan ini berpotensi menggeser posisi Atto 1 dari city car ke segmen yang kini dihuni Chery Q dan Geely EX2, meski harga resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan.
Dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) memuat spesifikasi lengkap Great Seagull generasi kedua, nama yang dipakai BYD di pasar Tiongkok untuk model yang dijual sebagai Atto 1 di Indonesia. Unit yang kini dirakit di Subang, Jawa Barat, itu berukuran 3.780 mm x 1.715 mm x 1.540 mm dengan jarak sumbu roda 2.500 mm.
Great Seagull terbaru tercatat panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm. Artinya, model baru lebih panjang 425 mm, lebih lebar 95 mm, lebih tinggi 30 mm, dan jarak sumbu rodanya bertambah 150 mm dibanding Atto 1 yang beredar sekarang.
Lonjakan ukuran sebesar itu bukan sekadar facelift. Jarak sumbu roda 2.650 mm menempatkan model ini di wilayah yang selama ini ditempati Chery Q dan Geely EX2, dua model yang sebelumnya tidak bersaing langsung dengan Atto 1.
Perubahan paling signifikan ada di sektor penggerak. Motor listrik dipindah ke belakang dengan tenaga 95 kW, naik dari 55 kW pada versi lama. Kecepatan maksimum ikut naik dari 130 km per jam menjadi 150 km per jam.
Perpindahan ke suspensi belakang multi-link biasanya berdampak pada kenyamanan dan stabilitas, terutama saat melewati jalan bergelombang atau bermanuver di kecepatan tinggi. Ban yang membesar dari 185/55 R16 ke 205/60 R16 juga menambah daya cengkeram, meski berpotensi menaikkan konsumsi daya.
Kolong depan yang kini berfungsi sebagai bagasi atau frunk memberi ruang penyimpanan tambahan yang tidak dimiliki Atto 1 saat ini. Fitur ini umum di EV dengan platform khusus, tapi jarang di segmen city car listrik.
Belum ada konfirmasi resmi dari BYD Indonesia soal waktu peluncuran maupun harga. Dimensi yang membesar dan tenaga yang naik hampir dua kali lipat biasanya berbanding lurus dengan kenaikan harga, dan itu bisa mengubah posisi Atto 1 di pasar lokal.
Atto 1 selama ini dikenal sebagai mobil listrik terlaris BYD di Indonesia dengan harga yang relatif terjangkau. Kalau generasi baru masuk dengan harga setara Chery Q atau Geely EX2, calon pembeli punya pertimbangan baru: tetap di segmen city car, atau naik kelas ke SUV kompak listrik.
Spesifikasi yang bocor lewat dokumen MIIT ini juga belum tentu identik dengan versi yang nanti dijual di Indonesia. BYD kerap menyesuaikan baterai, fitur, dan trim untuk tiap pasar, jadi angka final bisa berbeda.