PALANGKA RAYA — Penyaluran bantuan dipusatkan di tiga titik berbeda. Di Kelurahan Kereng Bangkirai, bantuan diberikan di SMKN 5 Jalan Manduhara. Warga Kelurahan Langkai menerima bantuan di Kompleks Marina Permai, sedangkan warga Kelurahan Pahandut dilayani di kawasan Pelabuhan Rambang.
Paket bantuan yang disalurkan berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, masker, multivitamin, dan kudapan bergizi. Bantuan tunai Rp250 ribu diberikan khusus kepada warga yang telah lolos verifikasi dan validasi data melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Penerima bantuan tunai tidak diberikan secara otomatis. Pemprov Kalteng mensyaratkan proses verifikasi dan validasi data sebelum warga bisa menerima dana Rp250 ribu melalui KHBS. Warga terdampak yang belum terdata diminta segera melapor ke perangkat kelurahan setempat agar bisa masuk dalam daftar penerima.
Selain bantuan pangan dan tunai, pemerintah daerah menyediakan sejumlah layanan pendukung. Warga bisa mengakses layanan kesehatan gratis, pasokan air bersih, rumah oksigen, dan sumur bor di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Gubernur Agustiar Sabran mengatakan bantuan diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi Karhutla dan kekeringan berlangsung.
"Kami berupaya untuk terus memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan Karhutla ini," ujar Agustiar.
Pemprov Kalteng meminta perangkat kelurahan aktif mendata warganya. Warga terdampak yang belum masuk dalam daftar penerima diminta segera dilaporkan agar bantuan susulan bisa disalurkan.
Penyaluran bantuan di tiga kelurahan ini menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap dampak Karhutla dan kekeringan yang melanda Palangka Raya. Pemerintah memastikan layanan dasar bagi warga terdampak tetap tersedia selama kondisi cuaca ekstrem berlanjut.