KALIMANTAN TENGAH — Timnas Indonesia membuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9) malam WIB. Dua gol Indonesia lahir dari tembakan Ragnar Oratmangoen dan penalti Ole Romeny, masing-masing di tiap babak.
John Herdman menurunkan trio penyerang yang baru pertama kali bermain bersama: Ole Romeny, Luke Vickery, dan Mitchell Baker. Vickery mengisi pos sayap kanan, Baker menjadi penyerang tengah, sementara Romeny mendapat tugas tak biasa — turun lebih ke dalam sebagai playmaker dan bebas bergerak mencari ruang.
Peran itu berbeda jauh dari posisi normal Romeny. Pemain berusia 26 tahun tersebut selama ini dikenal sebagai nomor 9 murni yang menunggu bola di kotak penalti.
Dari posisi barunya, Romeny menciptakan dua peluang dan berfungsi sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan. Ia juga melepas satu tembakan yang masih melebar tipis dari sasaran.
Herdman menilai eksperimen itu berjalan sesuai rencana. Pelatih asal Inggris tersebut menyebut Romeny tampil luar biasa meski harus beradaptasi dengan tugas yang tidak biasa.
"Peran yang dimainkan Ole malam ini sedikit berbeda dari posisi sebelumnya, namun menurut saya performanya luar biasa," kata Herdman selepas laga.
"Ole, Luke, dan Mitch baru bermain bersama malam ini. Mereka melakukan tugasnya dengan baik," tambahnya.
Herdman juga menekankan bahwa konsistensi mencetak gol Romeny tetap terjaga. Striker itu kini mengoleksi tujuh gol dari 11 penampilan bersama Timnas Indonesia.
Di lini depan, Mitchell Baker menunjukkan ketajamannya dengan koleksi empat gol sepanjang Piala AFF 2026. Catatan itu menempatkannya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak turnamen.
Kemenangan atas Singapura memberi Indonesia tiga poin perdana di Grup A. Herdman menyebut hasil ini lebih penting daripada urusan individu, terutama karena timnya mampu menutup laga tanpa kebobolan.
"Ole pun bisa konsistensi mencetak gol. Tapi yang lebih penting, kami bisa menang dan clean sheet," tegasnya.
Pertanyaannya kini, apakah Herdman akan mempertahankan Romeny di peran playmaker untuk laga-laga berikutnya, atau kembali menempatkannya sebagai nomor 9 dan mencoba eksperimen lain di lini serang.