Wali Kota Palangka Raya Minta Warga Optimalkan Layanan 112 untuk Laporan Karhutla dan Darurat Kabut Asap

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:09:01 WIB
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta warga mengoptimalkan layanan darurat 112 untuk pelaporan karhutla dan kebutuhan kesehatan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta warga mengoptimalkan layanan panggilan darurat 112 untuk melaporkan titik api, kepulan asap, dan kebutuhan bantuan kesehatan selama kabut asap karhutla. Layanan tersebut dapat diakses tanpa biaya dan menjadi kanal utama percepatan informasi ke petugas lapangan. Pemkot juga menambah sembilan rumah oksigen di sejumlah posyandu dan kelurahan untuk penanganan awal warga terdampak ISPA.

PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong warga memanfaatkan Call Center 112 sebagai kanal pelaporan karhutla sekaligus permintaan pertolongan kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah setempat. Fairid Naparin menegaskan layanan itu penting untuk mempercepat penyampaian informasi kepada petugas.

"Pemanfaatan layanan tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyampaian informasi kepada petugas sehingga penanganan kejadian di lapangan dapat segera dilakukan, terutama ketika masyarakat menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi meluas," kata Fairid di Palangka Raya, Rabu.

Layanan 112 disiapkan Pemkot Palangka Raya dan bisa diakses masyarakat tanpa biaya. Kanal itu menjadi salah satu jalur pendukung respons cepat terhadap berbagai kondisi kedaruratan di kota tersebut.

Bukan Hanya Karhutla, Warga Bisa Minta Bantuan Kesehatan Lewat 112

Selain melaporkan kebakaran hutan dan lahan, warga dapat memakai layanan 112 untuk menyampaikan kebutuhan bantuan kesehatan. Terutama bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pertolongan akibat paparan kabut asap karhutla.

"Pemanfaatan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memberikan respons tidak hanya terhadap kejadian kebakaran, tetapi juga terhadap dampak yang dirasakan masyarakat selama kondisi kabut asap," katanya.

Pemkot Palangka Raya juga menyiapkan layanan ruang oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan. Fasilitas itu tersedia di 11 puskesmas milik pemerintah kota, yakni Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Bukit Tunggal, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, Tangkiling, dan satu layanan lainnya di jaringan puskesmas kota.

Sembilan Rumah Oksigen Baru Tersebar di Posyandu dan Kelurahan

Pemkot menambah sembilan rumah oksigen yang tersebar di sejumlah posyandu dan kelurahan. Penambahan dilakukan secara bertahap, terutama di wilayah yang paling parah terpapar kabut asap karhutla.

"Kami juga baru menambah sembilan rumah oksigen yang tersebar di sejumlah posyandu dan kelurahan. Secara bertahap kami juga akan menambah rumah oksigen, terutama di wilayah yang parah paparan kabut asap karhutlanya," kata Fairid.

Keberadaan rumah oksigen ditujukan membantu warga terdampak kabut asap, khususnya untuk penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Perluasan rumah oksigen dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Cantik dan berdampak pada kesehatan masyarakat," katanya.

Laporan Warga Diminta Sertakan Lokasi Jelas

Fairid menambahkan Pemkot Palangka Raya terus mendorong keterhubungan antara penanganan karhutla dan pelayanan kesehatan. Tujuannya agar masyarakat memperoleh bantuan lebih cepat ketika kondisi asap berdampak terhadap aktivitas maupun kesehatan.

Warga yang menemukan titik api, kepulan asap, atau kejadian karhutla di sekitar lingkungan tempat tinggal diimbau segera melapor melalui 112. Informasi lokasi diminta disampaikan secara jelas supaya petugas dapat melakukan tindak lanjut.

"Penggunaan Call Center 112 sebagai kanal laporan karhutla juga telah diterapkan dalam penanganan kejadian sebelumnya, termasuk laporan kebakaran lahan yang ditindaklanjuti petugas BPBD," katanya.

Melalui pemanfaatan kanal pelaporan dan fasilitas kesehatan yang tersedia, pemerintah kota berharap masyarakat berperan aktif mempercepat penanganan karhutla. Warga juga diharapkan memperoleh layanan ketika membutuhkan pertolongan kesehatan akibat dampak kabut asap.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top