AS Longgarkan Aturan Jam Kerja Sopir Truk Tangki Jadi 16 Jam per Hari

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 18 September 2026 | 11:08:02 WIB

KALIMANTAN TENGAH — Pemerintah Amerika Serikat menambah jam kerja maksimal sopir truk pengangkut bahan bakar dari 14 jam menjadi 16 jam per hari selama 90 hari ke depan. Aturan sementara ini dikeluarkan Kementerian Transportasi AS untuk menjaga pasokan bensin dan diesel yang harganya terus meroket. Sopir tetap wajib mengambil jeda istirahat sesuai ketentuan, dan insiden apa pun harus dilaporkan ke otoritas keselamatan.

Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy mengumumkan aturan fleksibilitas jam kerja bagi pengemudi truk yang secara khusus mengangkut bahan bakar seperti bensin dan diesel. Aturan ini berlaku selama 90 hari sejak diumumkan pada Rabu waktu setempat, mengutip laporan Reuters.

Dari 14 Jam Menjadi 16 Jam dalam Sehari

Sebelum aturan sementara ini berlaku, pengemudi truk tangki hanya diizinkan bekerja maksimal 14 jam dalam periode 24 jam. Kini mereka bisa mengemudi hingga 16 jam per hari.

Duffy menyebut penambahan jam kerja ini bertujuan melindungi pasokan bahan bakar dari kelangkaan, menekan harga di pompa bensin, dan mengurangi beban produsen pertanian Amerika. Menurutnya, truk harus terus berjalan agar pasokan bensin tetap stabil dan biaya tidak melonjak lebih jauh.

Syarat Ketat yang Harus Dipenuhi Sopir

Ada sejumlah aturan yang mengikat kebijakan ini. Pengemudi hanya boleh memakai jam kerja tambahan jika sudah mengambil jeda istirahat sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Pengemudi harus berstatus dalam kondisi baik, tidak memiliki penilaian keselamatan bersyarat, dan tidak sedang dalam perintah penghentian operasi.
  • Jika lelah, pengemudi wajib mencari tempat untuk berhenti dan beristirahat.
  • Setiap insiden wajib dilaporkan oleh perusahaan pengangkut ke Federal Motor Carrier Safety Administration (FMCSA).

Risiko Kelelahan Sopir Truk Tangki

Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran soal kelelahan pengemudi. Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menemukan bahwa kelelahan menjadi masalah besar di kalangan sopir truk.

Data IIHS menunjukkan pengemudi yang berada di belakang kemudi lebih dari delapan jam berisiko dua kali lebih besar mengalami kecelakaan. Buku catatan elektronik memang memudahkan pemantauan jam kerja, tapi tidak memperhitungkan jam kerja panjang yang mengganggu siklus tidur pengemudi.

Fakta ini berseberangan dengan platform keselamatan yang selama ini diusung Kementerian Transportasi AS.

Harga Diesel Naik Jelang Musim Panen

Harga diesel sedang melonjak ke level tertinggi baru. Petani yang mengisi kendaraan untuk musim panen akan menanggung biaya lebih besar, lalu meneruskannya ke truk-truk pengangkut hasil panen yang juga memakai diesel.

Dampaknya, harga berbagai barang berpotensi naik lebih tinggi lagi. Sejumlah toko bahkan mulai membatasi penjualan oli motor, sementara harga bensin mendekati rekor tertinggi rata-rata per galon yang terakhir tercatat pada 2022.

Kritik: Memperpanjang Jam Kerja Bukan Solusi

Penambahan jam kerja sopir truk yang mengangkut cairan mudah terbakar dinilai bukan jalan keluar yang tepat. Kritik menyebut langkah ini justru menambah risiko di jalan.

Aturan ini bersifat sementara selama 90 hari dan akan dievaluasi. Perusahaan pengangkut bahan bakar diminta memastikan pengemudinya mematuhi batas istirahat serta melaporkan setiap insiden ke FMCSA.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top