Presiden Prabowo Subianto menegaskan tiga persoalan mendasar menjadi fokus utama pemerintah, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengentasan kemiskinan absolut serta kemiskinan ekstrem. Penegasan itu disampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu. Pemerintah menempatkan pengamanan pangan dan bahan bakar minyak sebagai dua langkah pertama sebelum menggarap agenda lain.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah terus menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi fondasi kekuatan dan kemandirian Indonesia. Persoalan itu meliputi ketahanan pangan, energi, pengentasan kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja. Pernyataan tersebut disampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu.
Ketahanan pangan disebut Presiden sebagai prioritas utama pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Ia menempatkan pengamanan pangan dan bahan bakar minyak sebagai dua langkah yang harus dibereskan lebih dulu.
"Yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM," kata Prabowo.
Di sektor energi, pemerintah mengantisipasi kebutuhan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Pengembangan itu mencakup biodiesel 50 persen (B50) serta energi surya dalam skala besar.
Selain pangan dan energi, Presiden menyoroti persoalan kelaparan anak, stunting, serta kemiskinan absolut dan kemiskinan ekstrem. Ia menegaskan tiga hal itu harus segera diatasi.
"Bagi saya yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem," katanya menegaskan.
Upaya tersebut berjalan beriringan dengan agenda efisiensi anggaran dan penyelamatan uang negara dari berbagai kebocoran. Sumber daya yang tersedia kemudian diarahkan untuk investasi pada sektor produktif yang menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Sejumlah proyek hilirisasi telah dimulai dan diharapkan memperkuat industri nasional sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja.
Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program itu diarahkan untuk memperkuat rantai pasok hingga tingkat desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi biaya logistik.
Integrasi antara desa nelayan dan Koperasi Desa Merah Putih disebut dapat memberi kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan. Langkah itu sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
"Jadi mereka tidak akan khawatir offtaker-nya ke mana. Ini perhitungannya sangat jelas, kehidupan mereka tambah baik," kata Presiden lagi.
Di sektor pendidikan, pemerintah melakukan sejumlah intervensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Intervensi itu antara lain digitalisasi pembelajaran, renovasi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru.
Presiden menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi Indonesia agar mampu menghadapi tantangan ke depan.
"Kita ingin semua lebih cepat, tapi insya Allah kita akan berhasil capai sasaran kita," katanya pula.