KALIMANTAN TENGAH — Laporan majalah maritim Timur Tengah, Robban Assafina, yang mengutip sejumlah sumber rantai industri dan unggahan di LinkedIn menyebut pesanan ini menambah 10 unit kapal pengangkut mobil dan truk murni (PCTC) berkapasitas 9.200 CEU. Jika terealisasi, armada BYD akan bertambah dari yang sudah beroperasi saat ini.
Kapal pertama BYD, "Shenzhen", memulai pelayaran perdananya tahun lalu dengan 9.200 slot parkir. Luasan deknya setara 20 lapangan sepak bola, menjadikannya kapal pengangkut mobil terbesar di dunia saat itu.
Seluruh kapal dalam armada ini menggunakan tenaga LNG. Pilihan bahan bakar itu bukan tanpa alasan — kapal LNG menghasilkan emisi lebih rendah dibanding bahan bakar konvensional, sekaligus menekan biaya operasional untuk rute jarak jauh.
Pesanan ini menjadi bukti permintaan kapal pengangkut mobil terus naik seiring meningkatnya ekspor kendaraan China. BYD memilih membangun armada sendiri ketimbang menyewa, langkah yang menegaskan skala ambisi internasionalnya.
Sejak meluncurkan kendaraan pertamanya pada Maret 2023, BYD telah mendaftarkan lebih dari 110.000 unit di Inggris. Sepanjang Januari–Agustus, registrasi BYD melonjak 98% dengan lebih dari 48.000 unit terdaftar.
Pangsa pasar BYD di Inggris kini mencapai 3,48%, naik dari 1,92% pada periode yang sama tahun lalu. Di kawasan Eropa daratan, BYD juga menyiapkan versi pembaruan Great Seagull EV yang pertama kali dipamerkan di Chengdu Auto Show.
Data CarNewsChina mencatat BYD mengekspor 184.000 kendaraan penumpang dari China bulan lalu saja. Angka itu naik 131% dibanding tahun sebelumnya dan lebih 6% dari bulan sebelumnya.
BYD menyumbang 35,4% dari total ekspor kendaraan "energi baru" China — kategori yang mencakup EV dan hybrid. Secara kumulatif, ekspor BYD mencapai 1.127.000 unit hingga Agustus, tumbuh hampir 90% dari periode yang sama tahun lalu.
Bagi konsumen Indonesia, ekspansi armada kapal BYD berpotensi mempercepat ketersediaan stok dan menekan waktu tunggu pengiriman. BYD sudah memiliki lini produksi di Indonesia dan beberapa modelnya masuk daftar kendaraan listrik bersubsidi.
Kapal-kapal baru ini belum diumumkan resmi oleh BYD. Robban Assafina dan CarNewsChina mengutip sumber industri, sehingga jumlah pasti dan jadwal pengiriman masih menunggu konfirmasi pabrikan.