SAMPIT — Ribuan mata tertuju ke tiang bendera di lapangan Stadion 29 November Sampit saat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kotawaringin Timur menjalankan tugasnya pada upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Sirine yang menggema menjadi penanda dimulainya momen sakral detik-detik proklamasi, dilanjutkan dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Bupati Halikinnor dan hening cipta bersama.
Prosesi pengibaran bendera Merah Putih berlangsung lancar tanpa hambatan. Para pelajar terbaik dari sejumlah SMA di Kotim ini bahkan sukses membentuk formasi angka 81 di bawah tiang bendera, sebuah koreografi yang menyesuaikan dengan usia kemerdekaan tahun ini.
Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasi langsung kepada seluruh panitia dan anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia menekankan bahwa tidak ada kesalahan berarti selama prosesi berlangsung.
"Alhamdulillah anak-anak kita dari Paskibraka berjalan dengan baik dan penuh khidmat. Tidak ada yang salah, tidak ada yang keliru, sehingga bendera naik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Halikinnor di sela-sela upacara.
Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari unsur Forkopimda, TNI, Polri, ASN, mahasiswa, hingga pelajar, orang nomor satu di Kotim itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Ajakan tersebut ia sampaikan tidak hanya dalam konteks seremonial, melainkan aksi nyata di lapangan.
"Mari kita isi kemerdekaan ini dengan pembangunan dan bagaimana kita berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita," ujarnya.
Pantauan di lokasi, para pejabat daerah dan tamu undangan tampak hadir mengenakan pakaian adat Nusantara. Hal ini menambah semarak peringatan kemerdekaan kali ini, sekaligus menjadi simbol keberagaman yang mewarnai jalannya upacara di kota yang dikenal dengan julukan Kota Sampit ini.
Dengan suksesnya pengibaran bendera dan rangkaian acara lainnya, peringatan Detik-detik Proklamasi di Kotim tahun ini berjalan dengan tertib dan lancar sejak awal hingga akhir.