Harga Karet Kalteng Tembus Rp 15 Ribu Per Kilogram, Anggota DPRD: Petani Kembali Semangat Menyadap

Penulis: Oki Setiawan  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:07:31 WIB
Petani karet di Kalimantan Tengah kembali bersemangat menyadap setelah harga komoditas tembus Rp 15 ribu per kilogram.

PALANGKA RAYA — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, mengungkapkan bahwa kenaikan harga karet hingga menembus Rp 15 ribu per kilogram telah mengubah semangat para petani di daerahnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa waktu lalu ketika harga karet jatuh ke posisi terendah dan membuat banyak petani enggan turun ke kebun.

"Sekarang harga karet sudah mendingan dan naik. Masyarakat juga mulai bersemangat lagi untuk menderes," ujarnya di Palangka Raya, Selasa.

Perbandingan Harga yang Jauh Berbeda

Sutik menjelaskan, lonjakan harga saat ini sangat terasa bagi petani. Pasalnya, sebelumnya harga karet sempat berada di level Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram, yang dinilai tidak mampu menutup biaya operasional kebun.

"Kalau sebelumnya banyak yang malas karena harganya rendah, sekarang harga yang saya tahu sudah mencapai Rp 15 ribu lebih per kilogram," kata Sutik.

Dengan harga jual yang lebih tinggi, petani kini bisa memperoleh hasil yang lebih baik dan tidak lagi mengalami kerugian. Hal ini sekaligus mendorong mereka untuk kembali merawat kebun dan melakukan penyadapan secara rutin.

Penyebab Kenaikan dan Harapan ke Depan

Meski mengapresiasi kenaikan ini, Sutik mengaku belum mengetahui secara pasti faktor pemicu melonjaknya harga komoditas tersebut. Namun, ia menilai kondisi ini patut disyukuri karena memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

"Kenapa bisa naik, saya juga tidak tahu penyebabnya. Alhamdulillah harga naik tinggi, karena kalau harga di tingkat petani rendah, biaya operasional mereka tidak akan cukup, bahkan bisa habis untuk biaya produksi," jelasnya.

Menurutnya, keberlanjutan perkebunan karet masyarakat sangat bergantung pada stabilitas harga jual. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat turun tangan mengawasi rantai perdagangan karet agar harga yang baik ini bisa bertahan lama.

"Kita di DPRD Kalteng berharap pemerintah dan pihak terkait ikut memperhatikan rantai perdagangan karet, sehingga kenaikan harga yang dirasakan saat ini bisa lebih stabil dan memberikan manfaat nyata bagi petani," demikian Sutik.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top