KALIMANTAN TENGAH — SweetNight CoolNest bukan sekadar kasur busa murah. Produk ini dirancang khusus untuk mereka yang cepat kepanasan tapi tidak mau merogoh kocek lebih dari Rp 10 juta untuk kasur dengan teknologi pendingin. Kami menguji varian 12 inci selama tiga minggu penuh, termasuk melewati gelombang panas di ruangan tanpa AC yang mencapai 30°C, dan hasilnya mengejutkan: kasur ini menjadi yang paling adem yang pernah kami uji di kelasnya.
SweetNight hampir selalu menjual CoolNest dengan diskon 40%. Untuk ukuran queen, harganya sekitar USD 399 (Rp 6,4 juta) dari harga normal USD 669. Varian lebih tebal tersedia: 14 inci di USD 469 dan 16 inci di USD 599. Sayangnya, ukuran twin dan Cal King untuk model 12 inci sedang tidak tersedia, hanya bisa didapat di varian 14 inci.
Garansi ini memang kalah dari kompetitor seperti Nectar yang menawarkan garansi seumur hidup, tapi masih cukup wajar untuk harga segini.
Hasil uji lab menunjukkan sesuatu yang unik. Saat kami mengukur dengan kamera termal, SweetNight CoolNest menyerap panas tubuh lebih banyak dibanding kasur lain—suhunya naik hingga 15,2°F setelah 15 menit berbaring. Angka ini terlihat buruk, jauh di bawah Siena Signature (9,8°F) atau Saatva Classic (6,3°F).
Namun, kemampuannya membuang panas justru yang tercepat. Setelah Anda bangun, kasur ini melepas panas dengan kecepatan 2,1°F per menit, mengalahkan Bear Elite Hybrid yang harganya jauh lebih mahal (1,82°F/menit). Secara subjektif, panel penguji kami sepakat memberikan skor 4,5/5—permukaannya terasa dingin saat disentuh dan tidak ada titik panas yang mengganggu, bahkan di area bahu dan pinggul.
Kombinasi ini menghasilkan skor akhir 4/5 untuk kontrol suhu. Bagi Anda yang sering begadang karena gerah, kasur ini layak dipertimbangkan serius.
Dengan tingkat kekerasan 6,5/10, CoolNest masuk kategori medium-firm—pilihan paling aman untuk mayoritas orang. Kami menguji dengan beban 25kg di area bahu dan pinggul. Hasilnya, kasur ini memberikan tekanan yang seimbang: tidak terlalu tenggelam di bahu (4 inci) tapi cukup dalam di pinggul (4,375 inci) untuk meredakan nyeri.
Waktu pemulihan busa yang cepat (2 detik) membuat perpindahan posisi tidur terasa mudah, tidak seperti kasur busa murahan yang biasanya bikin "nyangkut". Namun, ada catatan penting: tidur tengkurap kurang didukung. Panel penguji yang tidur tengkurap merasakan pinggul dan punggung bawah kurang tertopang karena permukaannya terlalu empuk untuk posisi ini.
Inilah kelemahan paling mencolok. Dalam uji lab menggunakan bola slam 5kg, CoolNest mencatat initial impact 17,162 m/s²—angka tertinggi di antara lima kasur yang diuji. Artinya, Anda akan merasakan "hentakan" awal yang cukup jelas saat pasangan naik ke tempat tidur.
Kabarnya, getaran itu cepat meredam (hanya 1,44 detik), jadi tidak akan mengganggu tidur dalam waktu lama. Tapi jika Anda pasangan yang sangat sensitif terhadap gerakan, kasur ini bukan pilihan terbaik. Secara subjektif, satu penguji yang tidurnya ringan mengaku hanya terganggu oleh gerakan dengan intensitas tinggi.
Untuk kasur all-foam, tepian CoolNest sangat kokoh. Uji roll-off menunjukkan Anda bisa tidur hingga 0,5 inci dari tepi tanpa merasa akan jatuh—skor sempurna 5/5. Duduk di tepi kasur untuk memakai sepatu juga terasa stabil, tidak ada sensasi melorot. Ini nilai plus besar untuk pasangan yang sering "berebut" ruang tidur.
SweetNight CoolNest adalah pilihan cerdas bagi side sleeper dan back sleeper yang tinggal di iklim panas, punya budget terbatas, dan menginginkan kasur busa yang tidak membuat gerah. Dengan harga sekitar Rp 6,4 jutaan untuk ukuran queen, kasur ini memberikan performa yang biasanya baru Anda dapatkan di kasur dua kali lipat harganya.
Namun, jika Anda tidur tengkurap atau sangat sensitif terhadap gerakan pasangan, sebaiknya cari alternatif. Untuk tidur tengkurap, Siena Memory Foam yang lebih keras (Rp 4,7 jutaan) bisa jadi pilihan. Untuk isolasi getaran terbaik di kelas menengah, Cocoon by Sealy Chill (sekitar Rp 9,5 juta dengan kode diskon) layak dipertimbangkan meski harganya lebih tinggi.