KALIMANTAN TENGAH — PT Honda Prospect Motor (HPM) sengaja membatasi jumlah unit Super One di Indonesia. Alih-alih mengejar volume penjualan, langkah ini dipilih untuk menyasar pembeli yang benar-benar mencari pengalaman berkendara berbeda dari mobil listrik lain yang beredar.
"Mungkin mobil ini bukan untuk dimiliki untuk semua orang, tapi benar-benar untuk mereka yang ingin benar-benar merasakan bedanya berkendaraan mobil listrik, yang berbeda dengan mobil listrik lainnya," ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM.
Honda sengaja menahan pengumuman harga dan pembukaan buku pemesanan. Konsumen diberi waktu untuk memahami keunggulan model ini sebelum memutuskan membeli.
Rencananya, 100 unit Honda Super One akan mulai didistribusikan secara bertahap dari Agustus hingga Oktober 2026. Sampai artikel ini ditulis, calon pembeli belum bisa melakukan inden resmi di dealer.
Soal teknis, Honda membekali Super One dengan baterai berkapasitas 29,6 kWh. Dalam satu kali pengecasan penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak 274 kilometer.
Untuk pengisian daya, terdapat dua opsi. Menggunakan charger biasa, baterai butuh waktu sekitar 4,5 jam. Sementara dengan pengisian cepat, energinya bisa terisi dalam waktu sekitar 30 menit.
Salah satu keunggulan yang ditekankan Honda adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L). Melalui perangkat bernama Honda Power Supply Connector, Super One bisa mengeluarkan daya listrik hingga 1.500W.
Daya sebesar itu cukup untuk mengoperasikan peralatan elektronik saat berkemah di luar rumah. Fungsinya juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi pemadaman darurat.
Honda sadar pasar mobil listrik Indonesia saat ini ramai diisi merek asal China. Meski begitu, HPM optimistis Super One punya pembeda utama yang tidak dimiliki kompetitor: karakter berkendara khas Honda.
"Kami sangat optimis ya, karena mobil ini benar-benar memiliki karakter yang Honda miliki, itu DNA sangat joy of driving yang fun to drive. Jadi sudah banyak sekali yang bertanya tentang mobil ini," kata Billy.
Yang Perlu Diperhatikan: Keputusan membeli Super One saat ini masih berdasarkan kepercayaan terhadap reputasi Honda. Harga resmi, detail spesifikasi lengkap, dan pengalaman berkendara langsung belum bisa dinilai konsumen sebelum pengumuman 5 Agustus 2026. Dengan kuota super terbatas, calon pembeli juga perlu bersiap dengan potensi waiting list yang panjang.