Pelindo Tanam 250 Pohon di Pelabuhan Panjang, Target Serap Karbon Lebih Terukur

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:44:31 WIB
Pelindo Regional 2 Panjang menanam 250 pohon untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Pelabuhan Panjang.

KALIMANTAN TENGAH — General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya menghadirkan ruang hijau di kawasan pelabuhan, tetapi juga membangun sistem yang mendukung monitoring dan pengukuran kemampuan penyerapan karbon secara terukur,” ujarnya di Lampung, Sabtu.

Bukan Sekadar Tanam Pohon, Ada Sistem Pemantauan Karbon

Program Greenbelting yang dikembangkan Pelindo Regional 2 Panjang memiliki pendekatan berbeda dari sekadar penghijauan biasa. Perusahaan merancang sistem yang memungkinkan pemantauan pertumbuhan tanaman sekaligus perhitungan carbon sequestration atau penyerapan karbon secara lebih presisi.

Penanaman dilakukan di sejumlah titik strategis di lingkungan pelabuhan yang dinilai potensial dikembangkan menjadi kawasan hijau. Dengan penataan area yang terintegrasi, Pelindo dapat mengukur kontribusi vegetasi dalam menyerap emisi karbon secara lebih akurat. Langkah ini sejalan dengan target dekarbonisasi nasional.

Dampak Langsung: Udara Lebih Bersih, Lingkungan Kerja Lebih Nyaman

Selain menekan emisi, keberadaan vegetasi di kawasan pelabuhan diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Tanaman juga berfungsi mengurangi dampak panas serta meningkatkan keanekaragaman hayati di sekitar area operasional.

“Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi Pelindo Regional 2 Panjang dalam mendukung agenda dekarbonisasi serta mewujudkan pelabuhan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” tegas Hardianto.

Merata di 8 Cabang, Dukung Target SDGs dan ESG

Program penanaman pohon ini tidak hanya berlangsung di Panjang. Pelindo Regional 2 juga melaksanakan kegiatan serupa di delapan cabang lainnya, yakni Banten, Bengkulu, Cirebon, Pangkal Balam, Pontianak, Sunda Kelapa, Tanjung Pandan, dan Tanjung Priok.

Hardianto menegaskan pihaknya akan terus mendorong inisiatif keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, efisiensi energi, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor kepelabuhanan nasional.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top