Changan Indonesia Pastikan Deepal S05 Mulai Dikirim Awal Agustus 2026, Seluruh Unit Impor Thailand

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 04:26:32 WIB
Changan Indonesia mulai pengiriman Deepal S05 pada awal Agustus 2026.

KALIMANTAN TENGAH — Changan Indonesia mulai mematangkan strategi peluncuran Deepal S05 di pasar Tanah Air. Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengungkapkan bahwa proses pengiriman unit kepada pelanggan yang sudah melakukan pemesanan bakal berlangsung pada awal Agustus 2026. Jadwal ini berbarengan dengan seremoni peluncuran resmi yang akan digelar dalam waktu dekat.

"Kemungkinan di awal Agustus, karena kami juga dalam waktu dekat akan launching secara resmi S05," kata Ridjal di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (7/7).

Dua Varian Powertrain, Satu Sumber Impor

Deepal S05 hadir dengan dua pilihan sistem penggerak: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Meski menawarkan teknologi berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam hal asal produksi. Ridjal menegaskan bahwa seluruh unit yang dipasarkan di Indonesia saat ini merupakan mobil utuh yang diimpor langsung dari Thailand.

"Untuk mobil ini CBU Thailand, untuk BEV maupun REEV," ujarnya.

Keputusan ini menjadikan Thailand sebagai hub produksi utama untuk pasar regional, setidaknya untuk tahap awal peluncuran. Changan belum berspekulasi mengenai kemungkinan perakitan lokal (CKD) di Indonesia. Menurut Ridjal, pihaknya masih akan mempelajari dinamika pasar sebelum akhirnya memutuskan investasi untuk fasilitas produksi dalam negeri.

"Kami pasti akan studi dulu untuk menyesuaikan kapasitas produksi kita," imbuhnya.

Harga Rp500 Jutaan, Data Pemesanan Masih Dikalkulasi

Changan Indonesia telah membuka keran pemesanan Deepal S05, namun belum mengumumkan banderol resmi secara detail. Perusahaan hanya menyebutkan bahwa mobil ini akan dipasarkan di kisaran harga Rp500 jutaan. Strategi ini cukup umum dilakukan untuk mengukur respons pasar sebelum harga final diumumkan saat peluncuran.

Hingga saat ini, Ridjal mengaku belum memiliki data terbaru mengenai jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang masuk. Ia juga belum bisa menyimpulkan varian mana yang lebih diminati konsumen, apakah BEV atau REEV. "Cuma kami belum update untuk sekarang," katanya.

Ketiadaan data pasti ini menunjukkan bahwa masa prapemesanan masih berlangsung dan minat pasar masih terus dipantau. Keputusan akhir mengenai varian terlaris kemungkinan baru akan terlihat setelah harga resmi dan detail spesifikasi diumumkan secara lengkap.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top