Wabup Kotawaringin Timur Irawati Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas, Bukan Hanya Tugas Polri

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 00:35:31 WIB
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati mengajak warga aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

SAMPIT — Pernyataan itu disampaikan Irawati saat menghadiri syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Kotim, Rabu. Ia menekankan bahwa situasi aman menjadi modal utama agar roda pemerintahan dan investasi daerah berjalan tanpa hambatan.

"Keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Semua unsur, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat hingga warga memiliki peran yang sama untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif," ujar Irawati di Sampit.

Modal Dasar Pembangunan Daerah

Menurut Irawati, kondisi kamtibmas yang terpelihara secara langsung berdampak pada pelayanan publik dan kesejahteraan warga. Jika daerah aman, aktivitas ekonomi dan pembangunan bisa berlangsung tanpa gangguan berarti.

"Apabila situasi daerah tetap aman dan damai, maka masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh warga," tuturnya.

Bukan Sekadar Tugas Aparat

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengakui bahwa tantangan keamanan kian kompleks. Ia menilai dukungan masyarakat menjadi faktor krusial yang tidak bisa digantikan oleh kekuatan aparat semata.

"Kami ingin menggugah kesadaran bersama bahwa menjaga kamtibmas adalah tanggung jawab kita semua. Dimulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur," ujar Resky.

Gotong Royong ala Huma Betang

Kapolres mengingatkan semangat Huma Betang dan Habaring Hurung yang menjunjung kebersamaan dan musyawarah. Nilai-nilai lokal ini dinilai relevan sebagai landasan memperkuat persatuan dalam menjaga keamanan.

Irawati menambahkan, upaya menjaga keamanan tidak selalu melalui tindakan besar. Hal itu bisa dimulai dari lingkungan keluarga, rukun tetangga, hingga komunitas masing-masing.

Kegiatan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 itu dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan. Ajang ini menjadi ruang mempererat komunikasi antar pihak untuk mencegah potensi gangguan sejak dini.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top