PALANGKARAYA — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga minyak goreng curah di pasar tradisional Kalimantan Tengah masih bertahan di level Rp18,9 ribu per kilogram pada Kamis (25/6/2026). Angka tersebut tidak berubah jika dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya maupun sepekan terakhir.
Kendati stabil dalam jangka pendek, secara bulanan harga minyak goreng curah tercatat naik 1,34 persen dari Rp18,65 ribu per kilogram pada 30 hari lalu. Sementara itu, dalam tiga bulan terakhir, kenaikannya mencapai 11,18 persen dari posisi Rp17 ribu per kilogram.
Pantauan PIHPS pada periode yang sama menunjukkan dari 21 komoditas sembako yang dipantau, sebanyak 17 komoditas mengalami kenaikan harga secara bulanan. Dua komoditas lainnya tercatat turun, yaitu telur ayam ras segar dan daging ayam ras segar.
Kenaikan harga paling tajam terjadi pada gula pasir lokal yang melonjak 110,54 persen menjadi Rp40,95 ribu per kilogram. Disusul cabai rawit merah yang naik 34,14 persen menjadi Rp103,15 ribu per kilogram, serta cabai rawit hijau yang naik 31,3 persen menjadi Rp65,65 ribu per kilogram.
Secara tahunan, harga minyak goreng curah di Kalimantan Tengah cenderung bergerak datar dalam periode Juni 2025 hingga Juni 2026. Data historis PIHPS menunjukkan kenaikan tertinggi komoditas ini pernah mencapai 16,29 persen pada November 2021, sementara penurunan terdalam terjadi pada Mei 2022 yang mencapai minus 10,0 persen.
Data harga tersebut bersumber dari dashboard resmi Bank Indonesia melalui situs bi.go.id/hargapangan dan diperbarui per Kamis (25/6/2026) pukul 07:44 WIB.