KALIMANTAN TENGAH — Mitsubishi resmi meluncurkan versi facelift eK Cross EV untuk pasar Jepang, Kamis pekan lalu. Mobil berukuran mini ini tetap menggendong motor listrik 47 kW (sekitar 63 hp) dan torsi 195 Nm yang lincah di perkotaan. Baterai 20 kWh dan jarak tempuh 180 kilometer (siklus WLTC) juga tidak berubah dari tahun lalu. Yang baru adalah pendekatan fungsional: Mitsubishi ingin pemiliknya benar-benar memanfaatkan daya baterai, bukan sekadar buat jalan.
Perubahan paling signifikan ada di interior. Mitsubishi menyematkan satu port USB-A dan dua port USB-C untuk gadget kecil, plus satu stopkontak AC 100V yang mampu memasok daya hingga 1.500 watt. Kapasitas ini cukup untuk menyalakan proyektor film, pompa angin, kompor listrik portabel, atau peralatan darurat saat listrik padam.
Dengan bobot baterai 20 kWh yang memang tidak besar untuk standar mobil listrik, angka itu jadi monster jika dipakai sebagai power bank. Mitsubishi sendiri memasarkan fitur ini sebagai "portable party factor"—cocok untuk piknik, camping, atau nonton film outdoor bareng teman.
Secara eksterior, eK Cross EV 2027 mendapat fascia depan berwarna senada bodi dan gril yang dihilangkan. Langkah ini sengaja diambil Mitsubishi untuk memberi jarak visual antara varian listrik dan versi bensin. Velg dan lekukan fender yang funky tetap dipertahankan, diperkuat dengan pilihan warna bodi cerah yang menonjolkan sisi playful mobil ini.
Mitsubishi membanderol eK Cross EV varian tertinggi di kisaran ¥1.872.400 atau sekitar Rp 187 juta (kurs Rp 16.000). Dengan subsidi pemerintah Jepang yang cukup besar, harga efektif yang dibayar konsumen diperkirakan turun mendekati angka Rp 187 juta—sangat kompetitif untuk mobil listrik segmen kei-car. Angka ini menyasar anak muda urban yang butuh kendaraan praktis sekaligus gaya hidup.
Produsen Jepang seperti Nissan sudah lama membenamkan teknologi V2X (vehicle-to-everything) di Leaf untuk suplai listrik darurat saat gempa atau badai. Mitsubishi menerapkan prinsip serupa di eK Cross EV, tapi dikemas lebih ringan: bukan untuk evakuasi, melainkan untuk hiburan di luar ruangan. Meski begitu, kemampuan ini tetap bisa diandalkan saat listrik padam akibat bencana.
Mitsubishi belum mengonfirmasi apakah eK Cross EV akan diekspor ke luar Jepang. Namun dengan harga di bawah 12.000 dolar AS dan fitur power outlet 1.500 watt, mobil ini jelas menawarkan proposisi unik yang sulit ditandingi kompetitor di kelas kei-car listrik.