PALANGKA RAYA — Rapat yang dipimpin Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Darliansjah, itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Hadir pula Kepala Biro Perekonomian Setda Kalteng Said Salim, perwakilan OJK Kalteng, PT Bank Kalteng, dan PT Jamkrida Kalteng.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta tidak hanya membahas teknis penyaluran dana. Lebih dari itu, mereka mengupas penyempurnaan skema pembiayaan dan mekanisme pelaksanaan program HAGUET. Akronim HAGUET sendiri merupakan singkatan dari Huma Betang Unggul, Efisien dan Tangguh.
Berbagai masukan dan usulan mengemuka dalam forum itu. Semua pihak berdiskusi untuk memastikan program ini bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM di Bumi Tambun Bungai.
Skim Kredit UMKM HAGUET dirancang untuk menjawab keluhan klasik para pengusaha kecil: keterbatasan akses permodalan. Selama ini, banyak pelaku UMKM di Kalteng yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari perbankan karena berbagai kendala, mulai dari agunan hingga administrasi.
Melalui sinergi antara pemda, OJK, perbankan, dan perusahaan penjaminan (Jamkrida), program ini diharapkan menjadi instrumen strategis. Tujuannya bukan sekadar mengucurkan dana, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Kalteng memandang program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, UMKM diharapkan bisa naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Rapat lanjutan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang membahas pengembangan Skim Kredit UMKM HAGUET. Pemerintah optimistis, dengan kolaborasi yang solid, program ini bisa segera direalisasikan dan menjadi solusi pembiayaan yang dinanti-nanti para pelaku usaha di Kalimantan Tengah.