PULANG PISAU — Tiga penyakit itu menjadi keluhan dominan yang ditemukan di RSUD Pulang Pisau dalam beberapa waktu terakhir. Dokter Franky Luhulima mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus yang datang sebenarnya tidak tergolong penyakit serius, namun keterlambatan penanganan bisa menyebabkan kondisi anak memburuk hingga mengalami kejang akibat demam atau infeksi otak.
Menurut Franky, perubahan cuaca yang ekstrem menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyakit pada anak. Ia mengimbau orang tua untuk lebih ketat menjaga kebersihan anak, terutama membiasakan mencuci tangan sebelum makan.
"Pastikan anak tidak mengonsumsi makanan dengan tangan yang kotor agar terhindar dari berbagai penyakit," kata Franky Luhulima di Pulang Pisau, Rabu.
Dokter spesialis anak itu mengingatkan agar orang tua tidak memberikan obat demam secara sembarangan. Penggunaan obat penurun panas seperti paracetamol harus disesuaikan dengan berat badan anak.
"Ketepatan dosis sangat penting karena dosis berlebihan dapat menyebabkan overdosis, sedangkan dosis kurang membuat obat tidak bekerja optimal," ungkapnya.
Franky menambahkan, jika anak demam dan sudah diberikan pengobatan mandiri selama 1x24 jam tetapi belum membaik, maka sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Selain kebersihan, Franky menekankan pentingnya asupan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh anak selama perubahan cuaca. Orang tua diimbau membatasi konsumsi jajanan atau makanan yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.
"Makanlah makanan yang bergizi dan hindari jajanan atau makanan yang dapat menyebabkan batuk, radang tenggorokan maupun diare karena kondisi tersebut sering dialami anak saat cuaca tidak menentu," ujarnya.
Pemberian multivitamin juga bisa diberikan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak agar lebih tahan terhadap berbagai penyakit yang mudah muncul pada musim tertentu.