PALANGKA RAYA — Sebanyak 20 guru dari berbagai sekolah di Kota Palangka Raya mengikuti pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 5 yang digelar selama sepuluh hari. Kegiatan ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan setempat dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Tengah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya Jayani mengatakan, pola asrama dipilih untuk membangun kedisiplinan dan memperkuat kolaborasi antarpeserta. Selama sepuluh hari, para calon kepala sekolah tinggal dan belajar bersama di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalteng.
"Pelaksanaan dengan pola asrama bertujuan membangun kedisiplinan, memperkuat kolaborasi antar peserta, serta meningkatkan kemampuan manajerial calon kepala sekolah dalam suasana pembelajaran yang lebih fokus," kata Jayani di Palangka Raya, Rabu.
Para peserta mendapat pembekalan kepemimpinan sekolah, pengelolaan keuangan transparan, pengembangan kurikulum, dan strategi peningkatan mutu pendidikan. Tidak hanya teori, mereka juga mengikuti simulasi penyelesaian masalah yang berkaitan dengan tantangan nyata di lingkungan sekolah.
Kegiatan simulasi ini dirancang untuk mengukur kesiapan calon kepala sekolah dalam mengambil keputusan strategis dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak di lingkungan sekolah.
Selama pelatihan, Disdik Palangka Raya memberikan penghargaan best performance kepada peserta yang dinilai menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan performa terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada Halimatus Sadiyah, guru SMP Negeri Satu Atap 2 Palangka Raya.
Jayani menegaskan, pelatihan ini menjadi tahapan penting dalam menyiapkan kader pimpinan sekolah yang berintegritas dan inovatif. Menurutnya, kepala sekolah ke depan harus menjadi lokomotif perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik.
"Seorang kepala sekolah ke depan harus menjadi lokomotif perubahan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para kandidat memiliki kemampuan tata kelola sekolah yang kuat, mampu menghadirkan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran serta penguatan karakter peserta didik," ucapnya.
Melalui proses kaderisasi ini, Disdik Palangka Raya berharap lahir pemimpin sekolah yang progresif dan mampu membawa perubahan positif di masing-masing satuan pendidikan. Pemimpin sekolah yang kompeten diyakini akan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya sekolah, serta membawa sekolah menuju capaian mutu dan akreditasi yang lebih baik.
"Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan agar seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas," demikian Jayani.