KALIMANTAN TENGAH — Gempa bumi tektonik yang berpusat di darat itu mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.42 Wita. Guncangan dirasakan kuat selama beberapa detik, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.
Korban jiwa dilaporkan di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Sejauh ini, BNPB mengonfirmasi satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Tim reaksi cepat masih bergerak ke lokasi untuk memverifikasi data.
"Kami masih mengumpulkan data dari lapangan. Laporan sementara ada satu korban meninggal dan sejumlah bangunan rusak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Senin (15/4) malam.
BMKG mencatat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Guncangan terkuat dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala. Sejumlah rumah warga, fasilitas umum, dan bangunan pemerintah dilaporkan mengalami keretakan hingga roboh.
Di Palu, beberapa titik mengalami pemadaman listrik akibat jaringan kabel putus. Warga masih bertahan di luar rumah hingga malam hari karena khawatir gempa susulan. BNPB mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan ke lokasi terdampak. Alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang menghalangi akses jalan. Pendataan jumlah warga yang mengungsi masih berlangsung.
BNPB mencatat gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih terjadi. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi tanah longsor di daerah perbukitan yang retak akibat guncangan. Posko darurat didirikan di beberapa titik untuk melayani warga yang membutuhkan bantuan medis dan logistik.