KALIMANTAN TENGAH — AI Mode mengubah cara pengguna mencari informasi di Facebook. Alih-alih menelusuri daftar tautan, Meta AI akan menyusun jawaban sintetis berdasarkan konten yang dibagikan pengguna lain—mulai dari postingan publik, diskusi di Grup, hingga video Reels.
Fitur ini mirip dengan tab "Ask" yang diam-diam diluncurkan Meta bulan lalu lewat aplikasi Forum, layanan bergaya Reddit. Di Forum, pengguna bisa bertanya dan mendapat jawaban yang ditarik dari percakapan di Facebook Groups.
Kedua fitur ini memunculkan kekhawatiran lama: seberapa andal informasi yang disarikan dari obrolan warganet? Karena AI merangkum konten pengguna biasa—bukan sumber terverifikasi—risiko informasi usang atau menyesatkan cukup besar. Kekhawatiran serupa sebelumnya muncul pada AI Mode milik Google yang mengambil data dari Reddit.
Meta belum memberikan pernyataan resmi mengenai mekanisme verifikasi atau filter konten berbahaya di AI Mode.
Selain AI Mode, Facebook menambahkan alat pengeditan video seperti efek transisi dan collage cutouts untuk montase. Fitur lain yang cukup menarik perhatian adalah AI Photo Presets, yang memungkinkan pengguna mengganti pakaian, gaya rambut, dan aksesori secara virtual.
Contohnya, penggemar olahraga bisa "memakai" jersey tim favorit cukup dengan menekan ikon "AI Edit" di Stories dan memilih "Wear It". Alternatifnya, pengguna bisa langsung masuk ke foto profil dan memilih "Restyle profile picture with AI" lalu "Wardrobe".
AI Mode dan fitur edit foto ini menambah panjang daftar pembaruan berbasis AI yang dirilis Meta dalam beberapa bulan terakhir. Pada Februari 2025, perusahaan menghadirkan foto profil animasi yang bisa membuat gambar diam bergerak—mulai dari melambaikan tangan hingga memasang topi pesta virtual.
Bulan berikutnya, Meta menambahkan AI ke Facebook Marketplace yang secara otomatis membalas pesan pembeli atas nama penjual. Puncaknya, awal April 2025, Facebook meluncurkan asisten AI untuk kreator yang memberikan saran personal—seperti waktu terbaik untuk mengunggah konten dan ringkasan komentar audiens.
Di balik gebrakan fitur ini, Meta juga menjajaki model pendapatan baru. Perusahaan baru saja meluncurkan paket langganan global untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp dengan harga mulai 3,99 dolar AS per bulan (sekitar Rp 66 ribu). Paket ini membuka akses ke fitur tambahan, dan kabarnya akan ada jenjang langganan AI lain yang menyusul.
Strategi ini menunjukkan Meta ingin menjadikan AI bukan hanya alat retensi pengguna, tapi juga mesin uang baru—di tengah persaingan sengit dengan Google dan OpenAI.