KALIMANTAN TENGAH — Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Redi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku dan terus melakukan pengejaran. "Pelaku bersama orang tuanya diduga sudah kabur," kata Redi, Minggu (14/6). Ia mengimbau keluarga pelaku untuk segera menyerahkan diri.
Peristiwa berawal saat korban pulang ke rumahnya yang berada di Perumahan SMP 4 Buay Pemaca, sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diduga memergoki YS yang hendak melakukan aksi pencurian. Dalam keadaan panik, pelaku mengambil pisau dapur di rumah korban dan langsung menusukkannya ke perut Sri Khodijah.
"Diduga panik pelaku mengambil pisau dapur di rumah korban dan langsung menusukkan pisau tersebut ke perut korban hingga berdarah," ujar Redi. Setelah menusuk korban, YS langsung melarikan diri tanpa membawa barang curian.
Usai ditusuk, Sri Khodijah sempat berlari keluar rumah dan meminta pertolongan warga sekitar. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Muaradua dan sempat mengenali pelaku yang merupakan pelajar SMP kelas I. Karena kondisinya kritis, korban dirujuk ke rumah sakit di Palembang, namun akhirnya meninggal dunia pada Kamis (11/6).
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban. "Setelah kejadian kami langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban," kata Redi.
Hingga saat ini, polisi masih fokus pada upaya pengejaran terhadap YS dan orang tuanya. Ipda Redi memastikan bahwa proses hukum akan tetap berjalan meskipun pelaku masih buron. "Kami mengimbau untuk segera menyerahkan diri," tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang siswi yang masih di bawah umur sebagai pelaku tindak kekerasan fatal. Polisi belum merinci lebih lanjut mengenai motif di balik dugaan aksi pencurian yang berujung pada pembunuhan tersebut.