KALIMANTAN TENGAH — Laga ini menjadi penutup rangkaian pertandingan pertama Grup D. Standar tinggi yang dipasang Amerika Serikat membuat laga Australia vs Turkiye tak sekadar ajang pemanasan, melainkan pertarungan hidup-mati sejak awal turnamen.
Pelatih Vincenzo Montella memiliki senjata mematikan di lini serang: Arda Guler, playmaker Real Madrid, dan Kenan Yildiz, penyerang Juventus. Namun, Yildiz diragukan tampil penuh karena masih dalam pemulihan cedera yang dibawa sejak datang ke turnamen.
Jika Yildiz fit, duetnya dengan Guler bisa membuat serangan Turkiye sulit dihentikan. Tim berjuluk Ay-Y?ld?zl? itu mencetak gol lebih banyak dibanding beberapa tim yang lolos otomatis, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Spanyol di kandang pada November lalu.
Australia sudah tampil di tujuh edisi Piala Dunia beruntun sejak 2006, setelah sebelumnya hanya sekali lolos pada 1974. Sebaliknya, Turkiye justru absen di semua turnamen sejak 2002 — saat mereka finis di posisi ketiga.
Performa Turkiye di Euro 2024 menjadi sinyal kebangkitan. Mereka mencapai perempat final sebelum dikalahkan Belanda, dan kini ingin membawa gaya bermain menghibur ke panggung dunia.
Australia harus merombak lini depan setelah kehilangan Riley McGree (Middlesbrough) akibat cedera di akhir musim Championship. Mo Toure, penyerang andalan Norwich, juga melewatkan latihan karena sakit sebelumnya.
Nestory Irankunda, winger Watford yang tampil impresif di laga uji coba pramusim, diprediksi menjadi andalan baru. Namun, kedalaman skuad tetap menjadi kekhawatiran utama.
Dengan atau tanpa Yildiz, daya gedor Turkiye dinilai terlalu berat bagi pertahanan Australia yang tengah tidak utuh. Kombinasi pengalaman Guler di lini tengah dan kecepatan serangan balik Turkiye diprediksi akan membawa kemenangan meyakinkan.
Laga ini akan menjadi indikator awal seberapa jauh Australia bisa bersaing di grup yang sudah dipanaskan oleh Amerika Serikat.