PALANGKA RAYA — Subandi menekankan bahwa kemampuan petugas dalam berkomunikasi akan sangat menentukan kualitas data yang masuk. Ia menyebut, warga Palangka Raya memiliki latar belakang yang beragam, sehingga pendekatan yang humanis dan persuasif menjadi kunci utama agar responden bersedia memberikan informasi secara terbuka.
Politisi itu juga menyoroti soal manajemen waktu saat pendataan. Menurutnya, petugas perlu membuat kesepakatan jadwal dengan responden agar bisa bertemu langsung dengan kepala keluarga atau pemilik usaha.
“Petugas perlu memberikan penjelasan kepada responden dan membuat kesepakatan waktu yang tepat untuk bertemu. Dengan begitu, informasi yang disampaikan berasal dari orang yang benar-benar mengetahui kondisi rumah tangga maupun usahanya,” ucap Subandi di Palangka Raya, Jumat.
Subandi mengingatkan, ketepatan data sangat menentukan kualitas hasil sensus. Data tersebut nantinya akan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ke depan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersikap terbuka dan menjawab sesuai kondisi riil saat didatangi petugas. “Kalau seseorang bekerja sebagai petani, sampaikan bahwa pekerjaannya petani. Berapa penghasilannya dan bagaimana kondisinya, sampaikan apa adanya,” ujarnya.
Menurut Subandi, kombinasi antara keterbukaan masyarakat dan profesionalisme petugas menjadi dua faktor penting. Keduanya harus berjalan beriringan agar hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar menggambarkan kondisi riil perekonomian Kota Palangka Raya.
Ia berharap pelatihan yang sudah diberikan kepada petugas mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan melakukan pendataan secara sistematis. “Dengan bekal pelatihan tersebut, kami berharap petugas dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal dan memperoleh data yang akurat sehingga hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar bermanfaat bagi perencanaan pembangunan di masa mendatang,” demikian Subandi.