MUARA TEWEH — Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara menilai pembinaan terhadap pelaku usaha pangan rumah tangga menjadi kunci pertumbuhan ekonomi mikro di daerah. Hal ini disampaikan menyusul digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Tahun 2026 oleh Dinas Kesehatan setempat, yang diikuti oleh 50 peserta dari kalangan IRTP.
Menurut Taufik Nugraha, sektor usaha pangan rumah tangga memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian warga. Ia menilai perkembangan IRTP di Barito Utara cukup menggembirakan, namun masih perlu pendampingan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan.
“Pemahaman mengenai sanitasi, higiene, serta penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk dan melindungi konsumen dari risiko pangan yang tidak aman,” kata Taufik di Muara Teweh, Kamis.
Lebih dari sekadar soal mutu, Taufik menekankan bahwa keamanan pangan juga menyangkut kesehatan masyarakat dan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Ia mendukung penuh upaya Dinas Kesehatan dalam membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan penerbitan maupun perpanjangan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
“Legalitas produk menjadi salah satu syarat penting agar usaha dapat berkembang lebih luas. Dengan adanya pembinaan seperti ini, kami berharap semakin banyak pelaku usaha IRTP yang mampu memenuhi persyaratan administrasi dan standar keamanan pangan,” jelasnya.
Kegiatan bimtek ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara. Taufik berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menghasilkan produk yang aman, sehat, bermutu, dan memiliki daya saing di pasar yang semakin kompetitif.