Pemkab Kotim Anggarkan Rp15 Miliar untuk Pembenahan Drainase di Jalan DI Panjaitan dan Tjilik Riwut, Genangan Air Ditargetkan Berkurang

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 23:42:31 WIB
Pemkab Kotim menganggarkan Rp15 miliar untuk pembenahan drainase di Jalan DI Panjaitan dan Tjilik Riwut.

SAMPIT — Dua ruas jalan utama di jantung Kota Sampit, Kalimantan Tengah, bakal mendapat wajah baru di bawah aspal. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengucurkan dana hampir Rp15 miliar untuk membangun ulang sistem drainase di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Targetnya satu: mengakhiri langganan genangan yang selama ini menghambat lalu lintas dan aktivitas warga setiap musim hujan tiba.

Prioritas di Muara, Bukan di Hulu

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pengerjaan dimulai dari titik paling kritis. Untuk Jalan DI Panjaitan, proyek senilai Rp7,35 miliar itu akan dikerjakan dari kawasan Jembatan Sei Mentawa hingga Jalan Pelita.

"Kalau drainase Jalan Pelita lebih dulu ditangani sementara muaranya belum siap, airnya mau dibuang ke mana. Karena itu kita mulai dari saluran yang langsung menuju Sei Mentawa," ujar Mentana di Sampit, Kamis.

Strategi ini memastikan sistem pembuangan air berfungsi optimal sejak awal. Saluran hilir yang langsung bermuara ke Sungai Mentawa menjadi prioritas agar air tidak kembali menggenang ketika saluran di kawasan lain tersambung nantinya.

Paket Kombo: Drainase dan Jalan di Tjilik Riwut

Berbeda dengan penanganan di Jalan DI Panjaitan, proyek di Jalan Tjilik Riwut dengan anggaran Rp7,65 miliar tidak hanya membenahi drainase. Pekerjaan perbaikan jalan masuk dalam satu paket yang sama agar penataan infrastruktur lebih maksimal.

Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan pada ruas sepanjang 600 meter dari kawasan Wengga Metropolitan menuju pusat kota, tepatnya di salah satu sisi jalan. Panjang total ruas yang membutuhkan penanganan sebenarnya lebih signifikan, namun pemerintah memilih mengerjakannya secara bertahap.

Bertahap Agar Anggaran Tidak Jebol

Mentana menegaskan bahwa pengerjaan bertahap bukan tanpa alasan. Selain pekerjaan di dua ruas utama, Pemkab Kotim juga mengerjakan drainase skala kecil di sejumlah jalan lingkungan.

"Pekerjaan nantinya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Tentunya, kami berharap ini bisa mengurangi risiko genangan apalagi mengingat kondisi cuaca kita belakangan ini yang cenderung sering hujan," kata Mentana.

Pendekatan ini dipilih agar penanganan infrastruktur berjalan berkelanjutan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara sekaligus. Pemkab Kotim berharap proyek ini mampu memperlancar aliran air sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di Kota Sampit.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top