Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor Telepon Langsung Bupati Brebes, Pasok Bawang Merah dan Cabai ke Sampit Tekan Inflasi 4,18 Persen

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 20:14:31 WIB
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menghubungi Bupati Brebes untuk pasok bawang merah dan cabai ke Sampit.

SAMPIT — Bukan rapat koordinasi biasa yang dilakukan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. Begitu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merilis data inflasi Mei 2026 yang menyentuh 4,18 persen, ia langsung mengangkat telepon dan menghubungi Bupati Brebes.

"Kemarin siang saya langsung menelpon Bupati Brebes. Kebetulan kami kenal baik, jadi kita mengupayakan untuk mendatangkan bawang merah dan cabai rawit itu langsung dari sana," kata Halikinnor di Sampit, Kamis.

Kenapa Harus Brebes?

Pasokan bawang merah dan cabai rawit di Kotim selama ini mayoritas masih bergantung pada Pulau Jawa. Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika, dan Israel disebut berdampak pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang ujungnya menaikkan biaya distribusi ke Kalimantan Tengah.

Dengan menggandeng Brebes yang merupakan sentra produksi dua komoditas itu, Pemkab Kotim ingin memangkas rantai pasok. Alih-alih melalui tengkulak atau distributor panjang, pasokan akan dikirim langsung dari Brebes ke Sampit.

Skema B2B Antar BUMD Disiapkan

Halikinnor mengaku sudah menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kotim untuk segera berkoordinasi dengan BUMD Brebes. Skema business to business (B2B) ini diyakini bisa menekan harga jual di tingkat konsumen.

"Kami berharap dengan pasokan bawang merah dan cabai yang mencukupi maka harga dapat berangsur turun. Kami juga akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok guna menjaga kestabilan inflasi di daerah kita," ujar Halikinnor.

Inflasi Mei 2026: Lonjakan dari Komoditas Pangan

Data TPID menunjukkan inflasi year-on-year Kotim pada Mei 2026 berada di angka 4,18 persen. Angka ini meningkat dibanding April 2026 yang sebesar 3,65 persen. Kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit menjadi penyumbang utama.

Pemkab Kotim menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah menjadi alasan utama langkah cepat ini diambil. Respons positif dari Pemerintah Kabupaten Brebes pun sudah didapatkan, tinggal menunggu teknis pengiriman komoditas ke Sampit rampung.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top