KALIMANTAN TENGAH — Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Jerman dpa dan dikutip oleh Reuters. Dalam acara tersebut, Leiters secara gamblang menyatakan bahwa perusahaan tidak akan membuat 911 sepenuhnya bertenaga baterai. Namun, detail spesifik pernyataan itu masih belum jelas—apakah Porsche tidak sedang menginvestasikan dana untuk proyek tersebut saat ini, atau memang tidak akan pernah membuatnya sama sekali.
Road & Track telah menghubungi Porsche untuk klarifikasi lebih lanjut. Yang pasti, pernyataan ini muncul di tengah tekanan efisiensi biaya yang melanda seluruh Grup Volkswagen, termasuk Porsche.
Alih-alih full electric, Porsche justru memperkuat lini hibrida pada 911. Saat ini sudah tersedia varian 911 Turbo S Hybrid dengan tenaga 701 hp. Langkah ini dinilai lebih masuk akal mengingat karakter penggemar setia 911 yang sangat menghargai tradisi mesin boxer dan suara khasnya.
Leiters sebelumnya juga sempat mengancam akan membatalkan proyek 718 Boxster dan Cayman listrik murni. Alasan utamanya sama: tekanan anggaran dan target profit yang ketat. Porsche, seperti banyak pabrikan lain, mengakui telah salah memperkirakan lonjakan permintaan mobil listrik.
Data penjualan Porsche di Amerika Utara tahun 2025 menunjukkan ketergantungan besar pada model SUV. Cayenne dan Macan menyumbang lebih dari 47.000 unit. Namun, jangan remehkan peran 911. Sebanyak 13.000 unit 911 terjual di kawasan tersebut, setara 17 persen dari total penjualan tahunan Porsche.
Angka ini membuktikan bahwa 911 bukan sekadar model biasa—ia adalah ikon yang menentukan identitas merek. Mengubahnya menjadi listrik murni berisiko tinggi, apalagi setelah melihat reaksi pasar terhadap transformasi radikal Jaguar dan tantangan yang dihadapi Ferrari dalam transisi EV.
Keputusan untuk mempertahankan 911 berbahan bakar bensin dan hibrida sejalan dengan langkah Porsche pada model lainnya. Macan, yang semula direncanakan full electric, kini akan kembali mendapatkan versi mesin pembakaran internal (ICE) pada 2028. Ini bukti nyata bahwa Porsche mendengarkan pasar dan tidak memaksakan elektrifikasi penuh pada model-model tertentu.
Bagi penggemar 911 di Indonesia, kabar ini tentu melegakan. Generasi terbaru 911 masih akan mengusung mesin konvensional dan teknologi hibrida yang sudah terbukti. Porsche Zuffenhausen sepertinya tidak mau jatuh ke perangkap yang sama seperti pabrikan lain yang terburu-buru beralih ke listrik.