KALIMANTAN TENGAH — Hubungan Real Madrid dengan Piala Dunia selalu rumit. Pada 2010, gelar juara Spanyol di Afrika Selatan justru terasa pahit karena skuad inti lebih banyak dihuni pemain Barcelona. Enam tahun lalu, Madrid "menculik" Julen Lopetegui dari kursi pelatih La Furia Roja hanya sehari sebelum turnamen dimulai, yang berujung pada kegagalan Spanyol di Rusia.
Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, tidak ada satu pun pemain Real Madrid yang dipanggil membela Spanyol. Timnas yang sedang menjalani pemusatan latihan di Tennessee itu justru diisi oleh pemain dari Braintree Town (Tommy Smith) dan Shamrock Rovers (Ricardo Lopes).
Absennya pemain Madrid bukan tanpa sebab. Musim yang buruk di Bernabéu, pemecatan Xabi Alonso, masa transisi Álvaro Arbeloa yang tidak mulus, serta insiden perkelahian di ruang ganti antara Fede Valverde yang berujung dirawat di rumah sakit, menjadi katalis utama. Situasi semakin panas ketika Kylian Mbappé yang sedang liburan mendaratkan jet pribadinya di Madrid hanya 10 menit sebelum laga penting melawan Espanyol.
Florentino Pérez punya jawaban atas kekacauan ini: José Mourinho. Rencana mengembalikan pelatih Portugal yang terakhir meninggalkan Madrid dengan gaya bak film laga Commando pada 2013 ini menjadi isu sentral menjelang pemilihan presiden klub.
Pérez, yang akan bertarung melawan kandidat berusia 37 tahun, Enrique Riquelme, pada pemilihan Minggu depan, mengeluarkan jurus pamungkas. Ia mengumumkan akan mengeluarkan "setidaknya €150 juta" untuk membeli satu galáctico baru. "Bukan Olise, bukan Doku, bukan Haaland, bukan Kane. Dia pemain tengah atau depan. Bukan dari Premier League. Dia galáctico sejati," ujar Pérez, memicu spekulasi liar.
Riquelme, pengusaha energi terbarukan, tak mau kalah. Ia berjanji akan mendatangkan Erling Haaland dan Rodri, serta membayar iuran anggota klub selama setahun jika gagal. Janji ini membuat Manchester City harus mengerahkan tim hukumnya terkait klausul rilis dan penggunaan gambar pemain.
Sementara itu, sebanyak 11 pemain Madrid akan berlaga di Piala Dunia. Kekhawatiran muncul bahwa rumor transfer yang terus bergulir akan mengganggu konsentrasi mereka. Namun, itulah cara Real Madrid: selalu menjadi pusat perhatian, bahkan ketika panggung utama dunia sedang disiapkan untuk turnamen lainnya.