5 Pasar Tradisional Legendaris di Kalimantan Tengah yang Masih Hidup, Lengkap dengan Harga dan Akses

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 20:02:01 WIB
Ibu-ibu berbelanja di Pasar Besar Palangka Raya meski hujan gerimis pada pertengahan 2026.

Palangka Raya, pertengahan 2026. Hujan gerimis tidak menyurutkan langkah ibu-ibu di Pasar Besar Palangka Raya. Bau rempah, ikan asin, dan getah karet menyatu di udara lembap. Bagi perantau yang baru tiba di Kalimantan Tengah, pasar-pasar tradisional di provinsi ini menyimpan pengalaman yang tidak bisa digantikan supermarket mana pun.

Dari hasil pantauan lapangan pekan lalu, berikut lima pasar legendaris yang masih menjadi tulang punggung perekonomian warga lokal. Setiap pasar punya karakter unik—dari sistem tawar-menawar khas Dayak hingga jadwal operasional yang mengikuti siklus alam.

1. Pasar Besar Palangka Raya

Berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pahandut, pasar ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Pasar Besar menyatu dengan Terminal Pahandut, memudahkan akses bagi pedagang dari Kapuas dan Pulang Pisau.

Harga bahan pokok per Maret 2026: beras SPHP Rp12.000/kg, cabai rawit merah Rp45.000/kg, ikan haruan segar Rp35.000/kg. Tips dari pedagang lama: datang sebelum pukul 06.00 untuk mendapatkan ikan tangkapan sungai yang baru didaratkan. Sistem tawar-menawar di sini cukup longgar—potongan 10-15% dari harga awal masih wajar.

2. Pasar Kahayan Kuala Kapuas

Pasar terapung di atas Sungai Kahayan ini buka setiap hari pukul 05.30-16.00 WIB. Lokasinya di Kecamatan Selat, tepat di belakang Masjid Agung Al-Mukarramah. Uniknya, sebagian pedagang masih menggunakan perahu klotok untuk menjual sayur dan ikan.

Harga cenderung lebih murah 5-10% dibanding Palangka Raya karena langsung dari petani. Ikan patin segar Rp28.000/kg, pisang ambon Rp15.000/sisir. Warga lokal biasa membeli sayuran pukul 07.00-09.00 saat pasokan dari petani hulu baru tiba. Hindari datang Senin pagi—hari pasaran tradisional di daerah hulu membuat pasokan berkurang.

3. Pasar Tradisional Sampit

Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Baamang Hulu, pasar ini buka setiap hari pukul 04.30-15.00 WIB. Pasar Sampit terkenal sebagai pusat distribusi hasil hutan non-kayu seperti rotan dan getah jelutung.

Harga bahan pokok per pekan lalu: daging ayam kampung Rp55.000/kg, telur ayam ras Rp25.000/kg, ubi kayu Rp8.000/kg. Keunikan di sini: sistem barter masih dipraktikkan antara petani karet dan pedagang sembako di area belakang pasar. Kalau ingin mencicipi kuliner khas, cari pedagang ketupat kandangan di barat laut pasar—buka mulai pukul 06.00.

4. Pasar Tangkiling

Pasar khusus buah dan sayur organik ini berada di Jalan Tangkiling Raya, Kelurahan Tangkiling, sekitar 30 menit dari pusat Kota Palangka Raya. Buka setiap hari pukul 06.00-14.00 WIB, dengan puncak keramaian hari Sabtu dan Minggu.

Harga sayur organik: kangkung Rp5.000/ikat, bayam Rp6.000/ikat, terong ungu Rp10.000/kg. Pasar ini dikelola swadaya oleh Kelompok Tani Hutan Kemuning sejak 2023. Warga lokal biasa memesan via WhatsApp grup sehari sebelumnya untuk memastikan stok. Tips: bawa tas belanja sendiri karena pedagang tidak menyediakan kantong plastik—sudah menjadi kesepakatan bersama sejak awal 2025.

5. Pasar Pulang Pisau

Terletak di Jalan Pasar Induk, Kelurahan Pulang Pisau, pasar ini buka setiap hari pukal 05.00-16.00 WIB. Pasar ini menjadi pusat perdagangan ikan air tawar terbesar di Kalimantan Tengah, menyuplai hingga 60% kebutuhan ikan Palangka Raya.

Harga ikan per kilo: papuyu (betok) Rp40.000, baung Rp30.000, sepat rawa Rp25.000. Pasar ini paling ramai pukul 04.30-06.30 saat kapal-kapal nelayan dari Danau Sabuah dan Sungai Rungan baru bersandar. Kalau ingin ikan asap, cari di deretan utara pasar—sudah diasapi pagi itu juga, harga Rp50.000-60.000 per kg tergantung jenis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua pasar tradisional di Kalimantan Tengah buka setiap hari?
Tidak. Beberapa pasar di daerah pedalaman seperti Pasar Tamiang Layang hanya buka hari pasaran tertentu (Senin dan Kamis). Pastikan cek jadwal lokal sebelum bepergian.

Berapa kisaran ongkos angkutan umum ke pasar-pasar ini?
Di Palangka Raya, angkot trayek Pasar Besar-Pahandut Rp5.000. Ke Tangkiling naik ojek Rp25.000. Ke Pulang Pisau naik bus antar kota Rp20.000 dari terminal Pahandut.

Apakah pedagang menerima pembayaran non-tunai?
Mayoritas pedagang di Pasar Besar dan Pasar Sampit sudah menerima QRIS. Namun di Pasar Kahayan dan Pulang Pisau, uang tunai masih dominan—bawa pecahan kecil Rp2.000-Rp10.000.

Kapan waktu terbaik mengunjungi pasar tradisional di Kalimantan Tengah?
Pukul 05.30-07.30 WIB. Barang masih segar, harga belum naik, dan tidak terlalu ramai. Hindari jam 10.00-12.00 saat pedagang mulai sepi dan harga cenderung lebih mahal.

Apakah ada pasar tradisional yang menjual oleh-oleh khas Kalimantan Tengah?
Pasar Besar Palangka Raya punya deretan khusus oleh-oleh: amplang, kerupuk ikan haruan, dan madu hutan. Pasar Tangkiling menjual gula aren cetak dan kopi liberika khas Kapuas.

Pasar tradisional di Kalimantan Tengah bukan sekadar tempat belanja—ia adalah ruang hidup di mana tradisi Dayak, ekonomi rakyat, dan adaptasi digital berjalan beriringan. Dari sistem barter di Sampit hingga pesanan WhatsApp di Tangkiling, kelima pasar ini membuktikan bahwa pasar rakyat tidak mati, hanya bertransformasi. Lain kali ke Palangka Raya atau Sampit, sisihkan waktu satu jam di pasar-pasar ini. Rasakan sendiri denyut ekonomi yang tidak pernah tercatat di aplikasi belanja online.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Back to top