SAMPIT — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuka rekrutmen 37 tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah terpencil. Rekrutmen ini menyasar puskesmas dan pos kesehatan desa (poskesdes) yang selama ini minim tenaga profesional.
Kepala Dinkes Kotim, dr. Umar Kaderi, mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan di pelosok sudah sangat mendesak. Sebanyak 37 formasi yang dibuka meliputi dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan masyarakat.
"Prioritas kami adalah fasilitas kesehatan di desa-desa yang aksesnya jauh dari kota. Selama ini pasien sering dirujuk karena tidak ada dokter jaga," ujarnya.
Data Dinkes Kotim menunjukkan beberapa puskesmas di Kecamatan Telawang, Mentaya Hulu, dan Bukit Santuai hanya memiliki satu dokter untuk melayani ribuan warga. Akibatnya, banyak pasien dengan kondisi darurat harus menempuh perjalanan hingga dua jam ke RSUD dr. Murjani Sampit.
Rekrutmen ini juga menyasar tenaga bidan untuk poskesdes. Angka kematian ibu dan bayi di Kotim masih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang jarang dijangkau ambulans.
Pendaftaran dibuka secara online melalui portal resmi Dinkes Kotim mulai pekan ini. Seleksi administrasi akan berlangsung selama dua minggu, dilanjutkan dengan uji kompetensi dan wawancara.
Dinkes Kotim menargetkan 37 tenaga kesehatan yang lolos bisa mulai bertugas pada awal triwulan ketiga 2025. Mereka akan mendapat insentif khusus untuk penempatan di daerah terpencil.
Dengan bertambahnya tenaga kesehatan di pelosok, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Sampit hanya untuk berobat jalan. Puskesmas diharapkan bisa memberikan layanan rawat inap dasar dan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan.
Dinkes Kotim juga menyiapkan program pendampingan bagi tenaga kesehatan baru agar cepat beradaptasi dengan kondisi geografis dan budaya setempat.