SUKAMARA — Perkebunan kelapa sawit di perbatasan Kalimantan Barat yang berdekatan dengan Kota Sukamara masih menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi di Pasar Inpres Sukamara. Keberadaan perkebunan tersebut tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga menciptakan rantai pasok dan daya beli yang menghidupi para pedagang di pasar tradisional tersebut.
Pasar Inpres Sukamara selama ini dikenal sebagai pusat transaksi sembako, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya bagi warga Kota Sukamara dan sekitarnya. Namun, tanpa pasokan permintaan dari pekerja perkebunan sawit yang berdomisili di perbatasan, omzet para pedagang dikhawatirkan bakal turun signifikan.
Para pedagang di Pasar Inpres mengakui bahwa momentum ramainya pasar kerap terjadi pada hari-hari tertentu, terutama saat memasuki musim panen atau menjelang pencairan gaji buruh perkebunan. “Kalau tidak ada aktivitas di kebun, pasar sepi. Penghasilan kami sangat bergantung pada mereka,” ujar seorang pedagang sembako yang enggan disebutkan namanya.
Pekerja perkebunan yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ini rutin berbelanja kebutuhan harian di Sukamara karena jarak tempuh yang lebih dekat dibandingkan ke pusat kota di provinsi masing-masing. Hal ini menjadikan Pasar Inpres Sukamara sebagai titik temu ekonomi lintas batas.
Meski perkebunan sawit menjadi penopang utama, pemerintah daerah setempat mulai mendorong diversifikasi sektor perdagangan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi fluktuasi harga komoditas sawit yang kerap mempengaruhi daya beli masyarakat. Pasar Inpres diharapkan tidak hanya bergantung pada satu sektor, melainkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dari sektor perikanan, pertanian lokal, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Pemkab Sukamara melalui dinas terkait juga terus membenahi infrastruktur pasar dan akses jalan dari kawasan perbatasan agar distribusi barang dan mobilitas pembeli semakin lancar. Perbaikan ini diyakini akan memperkuat posisi Pasar Inpres sebagai pusat perekonomian regional di pesisir selatan Kalimantan Tengah.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pelaku UMKM menjadi kunci agar Pasar Inpres Sukamara tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi mampu tumbuh menjadi pusat perdagangan yang lebih tangguh dan inklusif.