KALIMANTAN TENGAH — Pernyataan itu disampaikan Tarik dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pelatih asal Maroko tersebut menilai pertandingan persahabatan memiliki esensi yang berbeda dari laga kompetitif.
Menurut Tarik, periode FIFA Matchday ini adalah waktu yang tepat untuk mengasah kemampuan kolektif dan individu para pemainnya. Ia ingin melihat sejauh mana timnya bisa berkembang dan menjadi lebih solid.
"Hasil akhir tidak selalu menjadi tolok ukur kesuksesan," ujar mantan pelatih timnas Maroko itu. Ia menekankan progres permainan di lapangan adalah prioritas utama.
Fokus jangka panjang menjadi alasan di balik pernyataan Tarik. Oman memiliki sederet agenda penting yang sudah menanti dalam waktu dekat dan beberapa tahun ke depan.
Tarik menganggap setiap pertandingan, termasuk melawan skuad Garuda, adalah sarana persiapan yang sangat berharga. Ia ingin memastikan armadanya siap secara mental dan taktis.
Meski tidak mengutamakan skor, Tarik menegaskan timnya akan tetap tampil serius dan profesional. Target kemenangan tetap diburu untuk menjaga tren positif.
"Kami akan berusaha mencuri sebanyak mungkin keuntungan taktis dari laga ini," tegasnya. Kemenangan tetap menjadi komitmen untuk memberikan performa terbaik di setiap kesempatan.
Laga uji coba ini menjadi momentum penting bagi Oman untuk mematangkan strategi sebelum terjun ke kompetisi yang lebih kompetitif. Indonesia dijadikan lawan uji yang ideal untuk mengukur kesiapan tim.