PURUK CAHU — Sinode Umum XXV GKE tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Murung Raya. Bupati Heriyus menilai forum yang mempertemukan pemimpin dan jemaat GKE dari berbagai wilayah ini bukan hanya soal pelayanan gereja, tetapi juga peluang memperkenalkan potensi lokal ke khalayak lebih luas.
Dukungan itu disampaikan Heriyus saat menghadiri rapat bersama Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GKE dan panitia di aula Gereja Hosana, Rabu (3/6/2026) malam. Ia menyebut sinode ini menjadi ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat.
Menurut Heriyus, perhelatan Sinode Umum yang akan berlangsung di Murung Raya merupakan kehormatan tersendiri. Ia ingin momen ini dimanfaatkan untuk menunjukkan semangat toleransi dan keramahan masyarakat setempat kepada para peserta dari luar daerah.
“Pelaksanaan Sinode Umum XXV GKE Tahun 2026 di Murung Raya merupakan kehormatan sekaligus kesempatan besar untuk menunjukkan semangat kebersamaan, toleransi dan keramahan masyarakat daerah,” ujar Heriyus dalam pernyataan yang dikutip dari rilis resmi Pemkab Murung Raya.
Pemerintah daerah menyatakan siap bersinergi dengan MPH Sinode GKE dan seluruh panitia. Fokus utama adalah memastikan pelaksanaan Sinode Umum XXV berjalan lancar, aman, dan sukses mulai dari persiapan hingga penutupan.
“Sinode Umum XXV GKE merupakan forum penting yang mempertemukan para pemimpin dan jemaat GKE dari berbagai wilayah untuk membahas program pelayanan gereja, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kebersamaan umat,” kata Heriyus.
Dengan kehadiran ribuan peserta dari luar kota, Pemkab Murung Raya berharap sinode ini membawa dampak positif di berbagai sektor. Mulai dari pelayanan gereja, persatuan umat, hingga mendorong kemajuan daerah melalui sektor sosial, budaya, dan ekonomi.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan elemen masyarakat diharapkan mampu membuat Sinode Umum XXV GKE tahun 2026 menjadi agenda yang tidak hanya religius, tetapi juga memberi nilai tambah bagi pembangunan Murung Raya ke depan.