Harga TBS Sawit di Lamandau Anjlok ke Rp 2.200, Bupati Terbitkan SE Wajibkan PKS Beli Minimal Rp 3.000 per Kilogram

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:49:01 WIB
Harga tandan buah segar kelapa sawit di Lamandau turun drastis menjadi Rp 2.200 per kilogram.

NANGA BULIK — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, anjlok hingga Rp 2.200 per kilogram pada pekan-pekan terakhir. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Lamandau turun tangan. Mereka menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500/77/VI/Ek/2026 yang mewajibkan seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) membeli TBS petani minimal Rp 3.000 per kilogram.

Harga Acuan Tembus Rp 3.350 per Kilogram

Dalam SE yang diteken Bupati Rizky Aditya Putra, Dinas Perkebunan Lamandau menetapkan harga acuan untuk berbagai varietas TBS per 4 Juni 2026. Varietas Pam mencatat harga tertinggi Rp 3.350 per kilogram, disusul HPS dan BGA di angka Rp 3.300 per kilogram. Sementara itu, varietas KSA menjadi yang terendah dalam daftar acuan, yakni Rp 2.930 per kilogram.

Bupati Rizky menegaskan bahwa seluruh PKS yang beroperasi di Lamandau wajib segera menyesuaikan harga beli sesuai pedoman pemerintah daerah. "Dengan harga yang sesuai ketentuan, petani diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjaga produktivitas kebun mereka," ujarnya dalam laporan resmi, Kamis (4/6/2026).

Biaya Produksi Naik, Pendapatan Petani Tergerus

Sebelum kebijakan ini terbit, petani sawit di Lamandau, khususnya di Nanga Bulik, mengeluhkan pendapatan yang tak lagi menutup biaya operasional. Hefindotama, seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa harga TBS yang sempat bertahan di kisaran Rp 3.340 per kilogram kini merosot drastis. Penurunan lebih dari Rp 1.000 per kilogram itu terjadi di saat biaya panen, transportasi, pupuk, pestisida, hingga bahan bakar minyak justru terus merangkak naik.

Bupati Rizky mengakui bahwa pemerintah daerah menerima berbagai laporan terkait tekanan harga di lapangan yang memengaruhi pendapatan masyarakat. "Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian besar warga Lamandau menggantungkan penghasilannya pada sektor perkebunan kelapa sawit," katanya.

Camat dan Kades Diminta Awasi Pengepul

Tak hanya meminta PKS menaikkan harga, Bupati juga menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk mengawasi rantai pembelian TBS di tingkat pengepul maupun pedagang. Langkah ini ditempuh untuk mencegah praktik yang merugikan petani, seperti permainan harga di bawah standar yang telah ditetapkan.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang meminta agar harga TBS di tingkat petani kembali mengacu pada ketentuan resmi. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan arahan itu berjalan maksimal di lapangan.

Fakta Singkat Harga TBS Lamandau

  • Harga acuan tertinggi: varietas PAM Rp 3.350/kg
  • Harga acuan terendah: varietas KSA Rp 2.930/kg
  • Harga anjlok di Nanga Bulik: Rp 2.200/kg dari sebelumnya Rp 3.340/kg
  • Target minimal harga beli PKS: di atas Rp 3.000/kg

Bupati Rizky berharap tren perbaikan harga TBS dapat terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Ia meminta seluruh PKS memberikan harga terbaik sesuai kualitas buah petani agar kemitraan berjalan harmonis. "Sektor kelapa sawit selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Lamandau," pungkasnya.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top