Rupiah Terus Tertekan ke Rp 17.864, Simak Kurs Jual-Beli Dollar di BCA, Mandiri, dan BNI

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 11:15:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.864 per dollar AS pada awal Juni 2024.

KALIMANTAN TENGAH — Tekanan terhadap rupiah belum mereda di awal Juni. Hingga pukul 09.38 WIB, mata uang Garuda sudah kehilangan 0,33% nilainya terhadap greenback. Posisi Rp 17.864 per dollar AS ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Kurs Jual-Beli di Tiga Bank Besar: Selisih Bisa Capai Rp 315

Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) telah merilis kurs indikasi untuk transaksi valas hari ini. Perbedaan antara harga beli dan jual di masing-masing bank cukup signifikan, terutama untuk transaksi tunai di counter.

Untuk nasabah yang bertransaksi melalui e-Banking, BCA menawarkan kurs e-Rate dengan harga beli Rp 17.878 per dollar AS dan harga jual Rp 17.898. Sementara itu, untuk transaksi tunai di counter (TT Counter dan Bank Notes), BCA mematok harga beli Rp 17.690 dan harga jual Rp 17.940 — selisih mencapai Rp 250.

Bank Mandiri mencatat selisih yang lebih lebar. Untuk transaksi TT Counter, bank pelat merah ini membeli dollar di Rp 17.640 dan menjual di Rp 17.940, atau spread Rp 300. Sementara untuk Bank Notes, harga beli sedikit lebih rendah di Rp 17.625 dengan harga jual Rp 17.925, selisih Rp 300.

BNI memberikan spread paling tipis di antara ketiganya untuk transaksi khusus. Melalui layanan Special Rate untuk nominal di atas 25.000 dollar AS, BNI mematok harga beli Rp 17.865 dan harga jual Rp 17.895 — selisih hanya Rp 30. Namun untuk transaksi reguler di counter, spread-nya kembali melebar.

IHSG Hijau, Rupiah Merah: Sinyal Pasar yang Kontras

Fenomena menarik terjadi hari ini. Di saat rupiah terpuruk, IHSG justru mampu menguat ke level 6.217. Pemisahan arah ini mengindikasikan bahwa aliran modal asing masih selektif — masuk ke pasar saham namun keluar dari pasar obligasi atau valas.

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari penguatan dollar AS di pasar global. Indeks dollar masih bertengger di level tinggi, membuat mata uang negara berkembang termasuk Indonesia terus tertekan. Bank Indonesia sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah stabilisasi terbaru.

Yang Perlu Diperhatikan Nasabah Saat Transaksi Valas

Bagi Anda yang hendak menukarkan dollar atau rupiah hari ini, perhatikan beberapa hal. Pertama, kurs yang tertera adalah indikasi dan bisa berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi berlangsung. Kedua, untuk nominal besar, hubungi cabang bank terlebih dahulu untuk mendapatkan kurs khusus yang lebih kompetitif.

Ketiga, transaksi valas di atas threshold tertentu tetap wajib menyertakan dokumen underlying sesuai ketentuan Bank Indonesia. Aturan ini berlaku di seluruh bank devisa untuk mencegah spekulasi berlebihan di pasar valuta asing.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top