KALIMANTAN TENGAH — Puncak peringatan akan digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Presiden RI langsung bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, untuk kantor BUMN seperti Pertamina, PLN, BRI, Telkom, dan holding BUMN lainnya, upacara wajib dilaksanakan di lingkungan masing-masing paling lambat pukul 08.00 waktu setempat.
BPIP menetapkan tema nasional tahun ini: "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema ini menjadi benang merah amanat yang akan dibacakan oleh setiap inspektur upacara di seluruh Indonesia.
Lewat tema tersebut, BPIP ingin menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga kerukunan di dalam negeri, tetapi juga bisa menjadi fondasi perdamaian global. Amanat upacara nantinya akan menyoroti pentingnya toleransi, persatuan, dan pengamalan Pancasila secara nyata—termasuk di ruang digital yang kerap menjadi ajang perpecahan.
Peringatan ini sendiri digelar untuk mengenang pidato bersejarah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 yang menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila.
Untuk tingkat pusat, prosesi dimulai sejak pukul 09.30 WIB dengan tiupan terompet pertama. Berikut rangkaian utamanya:
Sementara untuk instansi daerah, kantor BUMN, dan satuan pendidikan, susunan acara serupa namun dimulai pukul 08.00 waktu setempat. Pakaian peserta menyesuaikan instruksi pimpinan atau seragam sekolah masing-masing.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa BPIP ingin peringatan Hari Lahir Pancasila kembali ke format tatap muka penuh setelah beberapa tahun terbiasa dengan kegiatan hibrida. Bagi BUMN seperti Pertamina yang memiliki banyak unit operasi di daerah, PLN dengan ribuan gardu induk, hingga BRI yang tersebar hingga ke pelosok, kewajiban ini berarti koordinasi logistik upacara harus dimatangkan sejak sekarang.
Pedoman resmi dari BPIP diharapkan menjadi acuan tunggal sehingga tidak ada lagi perbedaan interpretasi di lapangan. Seluruh elemen bangsa, dari pusat hingga daerah, dari BUMN besar hingga sekolah dasar, diharapkan dapat merayakan momen ini dengan khidmat dan penuh makna.