DPKP Kotim Perkuat 12 Unit Pompa Air dan Normalisasi 5 Saluran Irigasi Hadapi Musim Kemarau Panjang

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:08:28 WIB
unit pompa air disiagakan di tiga kecamatan untuk antisipasi musim kemarau panjang di Kotim.

SAMPIT — DPKP Kotawaringin Timur tidak ingin kecolongan musim kemarau panjang. Sejak pekan lalu, mereka mengerahkan perbaikan pompa air dan normalisasi saluran irigasi tersier di tiga kecamatan penghasil padi utama.

Pompa Air Disiagakan di Lahan Tadah Hujan

Sebanyak 12 unit pompa air berkapasitas 6 inci kini dalam status siaga. Enam unit di antaranya ditempatkan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sisanya di Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut.

“Pompa ini akan dioperasikan jika debit air sungai mulai surut dan tidak bisa masuk ke saluran irigasi secara gravitasi,” kata Kepala DPKP Kotim, Irawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

Normalisasi Saluran Irigasi Sepanjang 12 Kilometer

Selain menyiagakan pompa, DPKP juga menormalisasi lima saluran irigasi tersier yang total panjangnya mencapai 12 kilometer. Pengerukan lumpur dan pembersihan gulma dilakukan di saluran yang selama ini jadi pemasok utama air ke sawah petani.

Lokasi normalisasi tersebar di Desa Bantian, Desa Tumbang Mujam, dan Desa Pasir Putih. Ketiganya masuk kategori zona merah kekeringan pada musim kemarau sebelumnya.

3 Fakta Antisipasi Kemarau di Kotim

  • 12 unit pompa air disiagakan di tiga kecamatan rawan kekeringan
  • 5 saluran irigasi tersier dinormalisasi dengan total panjang 12 km
  • Luas lahan sawah yang diamankan mencapai 1.200 hektare

Target: 1.200 Hektare Sawah Tetap Produktif

DPKP menargetkan langkah ini bisa menyelamatkan produksi padi di lahan seluas 1.200 hektare. Sebagian besar merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada pasokan air irigasi.

“Kalau pompa dan saluran irigasi tidak siap, petani terpaksa menunda tanam. Akibatnya, produksi beras kita turun drastis seperti dua tahun lalu,” ujar Irawan.

Prediksi BMKG: Kemarau Lebih Kering dari Normal

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya sebelumnya merilis peringatan dini bahwa Kotim masuk zona musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Kondisi ini membuat DPKP mempercepat jadwal perawatan sarana pengairan yang biasanya baru dimulai Juni. Tahun ini, perbaikan pompa dan irigasi sudah dimulai sejak akhir April.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top