KALIMANTAN TENGAH — Pencapaian itu diumumkan Direktur Utama Telkomsel Nugroho, Rabu (20/5/2026), bertepatan dengan usia perusahaan yang ke-31 tahun. Ia menyebut tahun ini menjadi momentum memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Kami terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang relevan bagi masyarakat," ujar Nugroho.
Jumlah pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta. Meski basisnya menyusut dibanding tahun lalu, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) justru naik menjadi Rp45 ribu per bulan. Angka ini menunjukkan pelanggan yang tersisa adalah pengguna dengan nilai lebih tinggi.
Perusahaan juga mencatatkan EBITDA yang meningkat 5,4 persen secara kuartalan, menandakan efisiensi operasional mulai membuahkan hasil.
Jumlah pelanggan broadband tetap (fixed broadband) bahkan sudah melampaui 10 juta. Ini mempertegas posisi Telkomsel sebagai penyedia konektivitas rumah yang kian dibutuhkan masyarakat, terutama di era kerja dan sekolah jarak jauh.
Nugroho menambahkan, pihaknya akan terus menyederhanakan produk dan menyesuaikan harga agar lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan. Langkah itu sudah menunjukkan dampak positif sejak paruh kedua 2025.
Dengan modal kinerja keuangan yang membaik dan basis pelanggan yang lebih produktif, Telkomsel optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan di sisa tahun ini.